Product 06 Jul 2023

Tokyo Tower dan Tokyo SkyTree, Pilih Mana Ya Untuk Didatangi? ENG

Saat kamu berwisata ke Jepang, pasti rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung ke salah satu kota tersibuk di negara tersebut, yaitu Tokyo. Yap, suasana kesibukan yang ada di kota ini memang menjadi salah satu daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Jepang. Namun, selain itu Tokyo juga memiliki banyak sekali tempat wisata yang sayang dilewatkan, contohnya saja seperti Tokyo Tower dan Tokyo Skytree.

Sejarah Tokyo Tower dan Tokyo Skytree

Tokyo Tower maupun Tokyo Skytree merupakan dua simbol penting dari negara Jepang. Meskipun adalah dua bangunan yang berbeda, tetapi tahukah kamu bahwa ternyata keduanya memiliki fungsi yang serupa, yaitu sebagai menara penyiaran. Nah, supaya lebih memahaminya, yuk, langsung bahas saja sejarah dari kedua bangunan tower ini!

Tokyo Tower

Pada tahun 1950 setelah perang dunia ke-2, NHK yang merupakan siaran nasional Jepang mulai mengudara. Setelah itu, perusahaan penyiaran swasta lainnya mulai mengikuti. Dalam kondisi tersebut di mana banyaknya menara penyiaran di Tokyo, dibuatlah perencanaan untuk membangun sebuah menara yang cukup besar dan berfungsi ganda sebagai menara penyiaran serta simbol monumen Jepang.

Rencana awal, Tokyo Tower akan dibuat setinggi 381 m tetapi karena keterbatasan dana maka menara ini hanya memiliki tinggi 332,9 m. Meskipun ketinggiannya lebih rendah dari target, tetapi Tokyo Tower mampu menyiarkan sinyal hingga radius 150 km.

Sebagai simbol di negara Jepang, Tokyo Tower juga menjadi salah destinasi wisata bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Berdasarkan data Januari 2018, perkiraan jumlah pengunjung tahunan yang datang ke Tokyo Tower adalah sebanyak 2,5 juta wisatawan.

 

Tokyo Skytree

Seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 2000 Tokyo mulai membutuhkan menara penyiaran baru, karena makin banyak bangunan tinggi dan adanya migrasi dari siaran analog ke digital. Pada tahun 2012, menara penyiaran yang baru selesai dibangun dan diberi nama Tokyo Skytree. Nama ini didasarkan pada hasil voting publik yang sebelumnya telah dilakukan.

Tokyo Skytree memiliki tinggi 634 m dan angka tersebut jika dibaca dalam bahasa Jepang kuno menjadi “mu-sa-shi”, yaitu salah satu provinsi lama di Jepang yang mencakup area luas di antaranya Tokyo, Saitama, dan sebagian Prefektur Kanagawa.

Dengan ketinggian tersebut, Tokyo Skytree berhasil menjadi menara tertinggi di dunia pada saat selesai dibangun. Meskipun saat ini bukan lagi menjadi menara tertinggi, tetapi Tokyo Skytree tetap masuk ke dalam daftar menara tertinggi di dunia dan tetap sebagai menara tertinggi di Jepang. Berdasarkan data Mei 2017, rata-rata pengunjung tahunan Tokyo Skytree adalah 4,5 juta wisatawan.

 

Lebih Baik ke Tokyo Tower atau Tokyo Skytree, ya?

Keduanya menjadi destinasi wisata yang tidak hanya sebagai simbol dari negara Jepang saja, tetapi karena memiliki banyak fasilitas wisata yang sangat menarik dikunjungi. Dari mulai planetarium, akuarium, kafe, live performance, dan pastinya menikmati keindahan Tokyo dari atas ketinggian.

Jika kamu takut dengan tempat yang terlalu tinggi, maka mengunjungi Tokyo Tower bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika kamu ingin menikmati sensasi berada di atas ketinggian yang lebih dari 300 m, maka Tokyo Skytree adalah pilihan yang tepat.

Namun, jika kamu memiliki waktu lebih akan lebih baik jika mengunjungi kedua tempat ini karena setiap menara pastinya memiliki kelebihannya masing-masing. Nah, jika kamu berminat berkunjung ke Jepang agar bisa mendatangi kedua menara ini, jangan lupa ya untuk membeli asuransi perjalanan luar negeri[FD1] dari MSIG Indonesia terlebih dahulu. Selain melindungi aktivitas wisatamu dari berbagai risiko, asuransi ini juga melindungi rumahmu dari risiko kebakaran saat kamu tinggal berwisata. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi dengan keamananmu maupun rumahmu saat sedang pergi berwisata.

Other Article