Setiap Ramadan tiba, banyak orang tua mulai bertanya mengenai di umur berapa anak wajib puasa? Sebenarnya pertanyaan ini wajar ditanyakan, apalagi jika kamu melihat anak mulai tertarik ikut sahur atau meniru orang tuanya berpuasa.
Nah, buat kamu yang berencana mengajak atau mengenalkan anak puasa di bulan Ramadan ini, temukan penjelasan lengkap mengenai ketentuan puasa bagi anak dalam artikel berikut, ya!
BACA JUGA: Mau Olahraga Gym? Ketahui Dulu 4 Tipnya, Yuk!
Dalam ketentuan agama Islam, anak wajib puasa saat sudah baligh. Adapun baligh adalah kondisi saat seseorang telah mencapai kedewasaan secara fisik, yakni sekitar 9-14 tahun untuk anak laki-laki dan 8-13 tahun untuk anak perempuan.
Dengan kata lain, sebelum mencapai baligh, anak belum wajib menjalankan puasa Ramadan. Namun, orang tua tetap dianjurkan untuk mulai mengenalkan dan melatihnya secara bertahap agar anak terbiasa saat sudah wajib nanti.
Jadi, indikator yang mewajibkan anak berpuasa bukanlah umur, melainkan saat anak sudah baligh. Sebelum waktu tersebut, puasa yang dilakukan anak hanya sebagai kegiatan pembelajaran dan pembiasaan.
Berikut ini adalah beberapa cara melatih anak berpuasa yang bisa diterapkan sejak dini.
Kamu bisa mulai mengajak anak dengan berpuasa sampai jam 10 pagi. Kemudian mulai meningkat ke jam 12 siang dan seterusnya. Metode yang bertahap seperti ini akan membantu anak beradaptasi secara fisik dan mental.
Selain itu, anak adalah peniru ulung. Jika kamu menjalankan puasa dengan semangat dan positif, maka anak akan lebih termotivasi untuk mencoba. Jadi, jangan lupa untuk berikan contoh yang baik pada anak, ya.
Cara melatih anak berpuasa yang selanjutnya adalah selalu melibatkan anak dalam berbagai hal dan membuat suasana Ramadan yang menyenangkan di rumah. Dalam hal ini, kamu bisa libatkan anak dalam menyiapkan menu berbuka, menghias rumah dengan dekorasi bertema Ramadan, dan membuat target Ramadan yang bisa jadi motivasi anak agar lebih semangat menjalani puasa. Dengan begitu, anak akan merasa bahwa puasa adalah momen spesial, bukan sekadar menahan lapar saja.
Hal yang tidak kalah penting saat mengajarkan anak puasa adalah memerhatikan asupan makanan mereka, baik saat sahur maupun berbuka. Pasalnya, anak-anak membutuhkan lebih banyak nutrisi dan cairan dibanding orang dewasa karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan.
Jadi, penting buat kamu untuk memastikan anak mendapat gizi seimbang selama berpuasa. Pastikan makanan yang dikonsumsi anak mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam jumlah cukup. Jangan lupa untuk tambahkan buah dan sayuran untuk menjaga daya tubuh anak, ya.
Selanjutnya, cegah dehidrasi pada anak selama puasa dengan memastikan si kecil mengonsumsi air dalam jumlah cukup. Hal ini perlu dilakukan karena dehidrasi bisa membuat anak merasa lemas, pusing, atau bahkan menurunkan sistem imunitas tubuh.
Untuk menghindari hal tersebut, pastikan anak minum cukup air sepanjang malam setidaknya lima gelas per hari dengan rincian sebagai berikut.
Ada beberapa jenis makanan yang bisa membuat anak cepat merasa haus atau tidak nyaman selama berpuasa. Beberapa di antaranya, seperti:
Jadi, sebaiknya hindari memberikan anak makanan-makanan tersebut agar anak bisa menjalani puasa dengan nyaman.
Para orang tua tentunya harus selalu memantau kondisi anak saat berpuasa. Apabila ada tanda anak terlihat terlalu lemas, mengeluh pusing, atau muncul tanda dehidrasi, pertimbangkan untuk memberi mereka istirahat atau membatalkan puasanya.
Terakhir, kamu bisa memberikan pujian atau hadiah kecil saat anak berhasil menyelesaikan ibadah puasanya. Apresiasi inilah yang bisa membuat mereka merasa dihargai.
Banyak orang yang merasa khawatir soal aktivitas fisik saat puasa. Sebenarnya, olahraga untuk anak di bulan puasa tetap boleh dilakukan selama dengan intensitas yang ringan dan waktunya tepat.
Pasalnya, anak tetap perlu bergerak agar tubuhnya sehat dan tidak kaku. Namun, pilihlah jenis olahraga yang tidak terlalu menguras energi. Beberapa olahraga yang direkomendasikan, antara lain:
BACA JUGA: Pahami Ini Sebelum Beli Polis Asuransi Olahraga!
Mendampingi anak belajar puasa adalah perjalanan yang penuh makna bagi tiap orang tua. Melalui perjalanan ini, kamu membantu si kecil untuk memahami tanggung jawab ibadah dan menjaga kesehatannya sekaligus.
Di sisi lain, anak tetaplah anak yang aktif bergerak dan bermain. Saat bermain bola, bersepeda, atau melakukan kegiatan olahraga lainnya, risiko cedera akan selalu ada.
Untuk memberi perlindungan pada si kecil, Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia hadir membantu melindungi risiko cedera anak saat melakukan aktivitas olahraga. Nantinya, perlindungan ini dapat menjadi bentuk antisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan ketika anak sedang aktif bergerak.
Dengan perlindungan yang tepat, kamu pun bisa lebih tenang mendukung anak menjalani Ramadan dengan kondisi sehat dan tetap aktif. Cek langsung pilihan produk Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia untuk dapatkan perlindungan bagi si kecil dari berbagai risiko olahraga!