Apakah gym saat puasa boleh dilakukan? Gym saat puasa boleh dilakukan, selama disesuaikan dengan kondisi tubuh. Selain itu, intensitasnya juga perlu dijaga agar tidak terlalu berat, serta durasinya pun sebaiknya tidak berlebihan supaya tubuh tidak cepat lemas atau dehidrasi.
Nah, artikel ini akan memberikan beberapa tips gym saat puasa yang bisa kamu lakukan. Yuk, simak pembahasannya sampai selesai!
BACA JUGA: Beda Usia, Beda Juga Jenis Olahraga yang Baik Dilakukan
Kamu tetap boleh gym ketika puasa selama intensitasnya ringan sampai sedang. Dr. Fadzil Hamzah, Staff Physician dari Department of Sport and Exercise Medicine di Changi General Hospital (SingHealth), menyampaikan bahwa olahraga ringan sampai sedang umumnya aman. Ia juga mengingatkan bahwa latihan intensitas tinggi dan volume besar yang tidak biasa, terutama saat puasa, bisa menekan atau menurunkan imunitas sehingga tidak dianjurkan.
Umumnya, waktu yang ideal untuk gym saat puasa dibagi menjadi tiga, yaitu:
Kamu bisa latihan sore hari menjelang berbuka sekitar 30 sampai 60 menit sebelum Maghrib. Waktu ini memudahkan kamu mengganti cairan dan energi saat berbuka.
Dr. Fadzil menjelaskan bahwa latihan sebelum berbuka memberi kesempatan untuk makan dan minum setelah latihan. Kamu tetap perlu menyesuaikan beban latihan karena tubuh tidak mendapat dukungan nutrisi sebelum latihan.
Kamu bisa latihan setelah berbuka. Banyak orang latihan sekitar 1 sampai 2 jam setelah makan ringan atau setelah salat Tarawih. Waktu ini memberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan energi sebelum latihan serta membantu pemulihan setelah latihan.
Dr. Fadzil menilai waktu setelah berbuka cocok untuk banyak orang. Ia menyarankan kamu menghindari olahraga terlalu dekat dengan jam tidur agar kualitas tidur tetap terjaga.
Kamu bisa latihan setelah sahur karena tubuh sudah mendapat asupan energi. Namun, Dr. Fadzil mengingatkan risiko dehidrasi lebih tinggi karena kamu tidak bisa minum sampai berbuka. Oleh karena itu, kamu perlu menjaga intensitas dan durasi agar tubuh tetap stabil sampai sore.
Setelah menentukan waktu gym yang tepat, langkah berikutnya adalah menyesuaikan cara latihan agar tubuh tetap kuat dan tidak mudah lemas. Berikut ini beberapa tips gym saat puasa yang bisa kamu terapkan.
Mulailah dengan tujuan yang realistis. Kamu perlu fokus menjaga kebugaran dan kekuatan sepanjang Ramadan.
Kamu bisa mempertahankan rutinitas jika kamu sudah rutin berolahraga sebelum puasa. Namun, kamu juga perlu menurunkan volume latihan jika tubuh cepat lelah. Dr. Fadzil menyarankan kamu tetap aktif saat puasa dengan rencana latihan yang terukur.
Sebaiknya latihan dengan intensitas ringan sampai sedang. Untuk itu, kamu perlu menghindari peningkatan intensitas dan volume. Cara menguranginya adalah dengan menurunkan beban atau mengurangi jumlah set.
Jaga durasi latihan agar tetap singkat. Banyak orang cukup latihan 30 sampai 45 menit untuk menjaga kebugaran. Durasi yang terkontrol membantu tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko lemas, terutama jika kamu latihan menjelang berbuka.
Pilih latihan beban dengan volume terukur karena kamu bisa mengatur intensitas dengan jelas. Namun, jika ingin menambah kardio, sebaiknya pilih intensitas ringan sampai sedang agar tidak cepat haus.
Selain itu, kamu juga perlu menjaga teknik gerakan dan memilih latihan yang membuat napas tetap terkendali.
Kamu perlu strategi makan yang baik agar energi dan pemulihan tetap optimal. Saat sahur, kamu bisa memilih karbohidrat, seperti nasi merah oat atau roti gandum. Untuk protein, kamu bisa makan telur ayam atau tempe. Kamu juga bisa menambah lemak sehat secukupnya dan memperbanyak buah serta sayur agar tubuh bisa tahan sepanjang hari.
Saat berbuka, kamu bisa minum air putih dan makan kurma. Setelah itu, kamu bisa lanjut dengan makanan utama yang tinggi nutrisi, termasuk protein sebagai dasar pemulihan, sayur sebagai sumber serat, dan karbohidrat untuk mengisi energi.
Kamu perlu menjaga hidrasi agar latihan tetap aman. Dr Fadzil menekankan pentingnya minum cukup antara waktu berbuka dan sahur. Ia juga menyarankan kamu mengurangi minuman berkafein karena bisa meningkatkan risiko dehidrasi pada sebagian orang.
Kementerian Kesehatan RI juga menganjurkan minum air putih yang cukup selama puasa. Untuk itu, kamu bisa mengatur minum dari berbuka sampai sahur agar tubuh menyerap cairan dengan lebih baik.
Di sisi lain, World Health Organization (WHO) juga menyarankan minum air putih yang cukup dan mengurangi minuman berkafein selama Ramadan untuk membantu mencegah dehidrasi.
Kamu perlu menjaga tidur agar pemulihan berjalan optimal. Dr. Fadzil menyarankan kamu menghindari olahraga 1 sampai 2 jam sebelum tidur agar tubuh bisa rileks.
Tinjauan ilmiah tentang performa selama Ramadan juga menjelaskan bahwa gangguan tidur bisa memengaruhi rasa lelah dan kualitas latihan. Maka dari itu, pilih jam latihan yang tetap memberikan waktu tidur yang cukup.
Kamu perlu mengenali sinyal tubuh selama latihan. Jadi, sebaiknya berhenti latihan jika kamu mengalami pusing berat, mual, lemas ekstrem, seperti ingin pingsan, atau nyeri dada.
dr. Jehan Wiendrati Roostarini, Sp.PD dari Rumah Sakit PHC Surabaya menyarankan olahraga saat puasa dengan intensitas ringan dan durasi 15 sampai 30 menit. Jika kamu memiliki kondisi medis khusus, kamu perlu konsultasi dokter sebelum latihan gym saat puasa.
Setelah memahami tipsnya, kamu juga perlu tahu manfaat gym saat puasa. Jika dilakukan dengan intensitas yang tepat dan didukung pola makan yang baik, gym saat puasa bisa membantu menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan tubuh.
Berikut ini manfaat-manfaat gym ketika puasa.
Gym saat puasa bisa membantu kerja jantung dalam mengedarkan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Metabolisme tubuh bisa mudah mengubah oksigen dan nutrisi menjadi energi saat kamu berolahraga dengan intensitas yang tidak berlebihan.
Gym saat puasa bisa meningkatkan pembakaran lemak. Tubuh menggunakan cadangan energi saat tidak ada asupan makanan selama beberapa jam. Kamu bisa mengontrol berat badan jika kamu rutin berlatih dan menjaga porsi saat berbuka.
Beberapa penelitian menunjukkan olahraga saat berpuasa bisa memengaruhi proses biokimia otot dan metabolisme yang berkaitan dengan sensitivitas insulin. Jadi, tubuh bisa mengelola kadar gula darah lebih stabil saat kamu menjaga pola makan yang seimbang.
Olahraga membantu sirkulasi darah dan kerja sistem getah bening. Tubuh menjalankan pembuangan sisa metabolisme dengan lebih optimal. Artinya, puasa tetap memungkinkan proses ini berjalan, selama kamu berolahraga dengan intensitas yang sesuai kemampuan tubuh.
Latihan kekuatan membantu menjaga massa otot selama Ramadan. Otot membantu metabolisme tetap aktif. Kamu bisa melakukan latihan, seperti squat, push up, pull up, atau latihan beban yang terukur.
Kamu bisa menjaga kebugaran dengan latihan ringan sampai sedang. Kamu bisa menggunakan treadmill, sepeda statis, atau latihan beban dengan intensitas moderat. Hal ini karena latihan teratur membantu stamina tetap stabil untuk aktivitas sehari-hari.
Olahraga membantu tubuh melepaskan hormon yang membuat suasana hati lebih baik. Jika kamu latihan dengan porsi yang pas, tubuh dan pikiran akan lebih fit selama Ramadan.
Latihan fisik yang tepat membuat tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak. Maka dari itu, pilih waktu latihan yang tidak terlalu dekat dengan jam tidur agar tubuh punya waktu sebelum beristirahat.
BACA JUGA: Mau Olahraga Gym? Ketahui Dulu 4 Tipnya, Yuk!
Gym saat puasa boleh dilakukan selama kamu memilih waktu latihan yang tepat, menyesuaikan intensitas, menjaga durasi tetap singkat, dan memperhatikan asupan nutrisi. Jika tujuanmu adalah tetap fit, fokus pada konsistensi, tidur yang cukup, dan mengetahui kapasitas tubuh.
Selain itu, kamu juga bisa melengkapi perlindungan dengan Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia. Proteksi ini membantu melindungi kamu dari risiko cedera dan kecelakaan saat olahraga.
Jadi, kamu akan mendapatkan manfaat, seperti perawatan dokter olahraga, fisioterapi, dan perawatan lanjutan sesuai ketentuan polis. Yuk, dapatkan proteksinya sekarang!