Whatsapp
Artikel 19 Feb 2026

Amankah Olahraga Saat Puasa? Ini Aktivitas yang Bisa Dipilih

Puasa bukanlah alasan untuk berhenti melakukan aktivitas fisik. Bagi sebagian orang, puasa justru jadi momen yang tepat untuk merapikan kembali gaya hidup, termasuk rutinitas olahraga. Namun, pertanyaan adalah apakah boleh berolahraga saat puasa?

Jika boleh, kapan waktu terbaik untuk melakukannya? Nah, buat kamu yang ingin tetap aktif berolahraga saat puasa, temukan tips melakukannya dalam artikel ini!

BACA JUGA: Yuk, Intip Ragam Tradisi Idul Fitri di 4 Negara Muslim Ini!

Apakah Boleh Olahraga saat Puasa?

Tentu saja boleh, asal dilakukan dengan cara yang tepat. Sebab, secara umum, orang yang sehat tetap bisa berolahraga saat puasa.

Tubuh memang sedang tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama beberapa jam. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga. Kunci utama berolahraga saat puasa adalah penyesuaian waktu, intensitas, dan jenis olahraga.

Manfaat Olahraga saat Puasa

Jika dilakukan dengan benar, olahraga saat puasa justru punya banyak manfaatnya, lho. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Menjaga Kebugaran Tubuh

Puasa sering membuat aktivitas fisik berkurang. Padahal, tetap berolahraga selama puasa dapat membantu tubuh tetap aktif dan tidak “kaget” saat kembali ke rutinitas normal.

2. Membantu Menjaga Berat Badan

Dengan pola makan yang berubah saat puasa, olahraga dapat membantu menjaga keseimbangan kalori. Dengan begitu, berat badan tidak akan naik drastis selama puasa.

3. Meningkatkan Mood

Kegiatan olahraga memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat kamu jadi merasa lebih rileks dan bahagia. Jadi, sangat cocok untuk mengatasi rasa lemas atau bad mood di siang hari.

4. Menjaga Metabolisme Tetap Optimal

Meskipun frekuensi makan berkurang, olahraga tetap dapat membantu metabolisme tubuh tetap bekerja dengan baik.

Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa

Salah satu faktor terpenting dalam olahraga saat puasa adalah pemilihan waktu. Beberapa opsi waktu yang paling aman, antara lain:

1. Setelah Berbuka Puasa

Setelah berbuka puasa adalah waktu favorit bagi banyak orang. Idealnya, kamu bisa mulai olahraga sekitar 45-90 menit setelah berbuka ringan, di mana tubuh sudah mendapat energi dan cairan.

Dengan begitu, risiko dehidrasi dan pusing pun akan jauh lebih kecil. Beberapa jenis olahraga yang cocok di lakukan antara lain latihan kekuatan, kardio dengan intensitas sedang, dan gym session ringan-menengah.

2. Sebelum Sahur

Olahraga ringan sebelum sahur juga bisa menjadi pilihan, khususnya jika kamu tipe morning person. Setelah berolahraga, kamu juga bisa langsung makan dan minum untuk mengganti cairan yang hilang.

Adapun jenis olahraga yang cocok dilakukan pada waktu ini adalah yoga ringan, jalan santai, dan stretching.

3. Menjelang Berbuka

Beberapa orang tak jarang memilih untuk olahraga ringan selama 30-45 menit sebelum berbuka. Namun, perlu diingat bahwa olahraga yang disarankan hanya untuk intensitas rendah. Hal ini karena tubuh sudah cukup lama tanpa asupan cairan.

BACA JUGA: Introvert dan Extrovert, Ini Dia Olahraga yang Cocok untuk Kamu!

Tips Olahraga saat Puasa yang Perlu Kamu Perhatikan

Agar tidak terasa berat dan tetap membuat tubuh bugar, berikut adalah beberapa tips olahraga saat puasa yang bisa diterapkan.

1. Memilih Waktu Olahraga yang Tepat

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penting buat kamu untuk memilih waktu olahraga yang tepat. Kamu bisa berolahraga menjelang waktu buka puasa, setelah berbuka, atau sebelum sahur.

Pilihlah waktu berolahraga sesuai dengan kondisi kamu. Sebab, ada orang yang mampu melakukan olahraga saat puasa, tapi ada juga yang tidak.

2. Sesuaikan dengan Jenis Olahraga

Selanjutnya, kamu juga perlu menyesuaikan jenis olahraga yang dilakukan. Sebenarnya, olahraga apapun boleh dilakukan. Akan tetapi, lebih disarankan untuk melakukan olahraga dari intensitas ringan sampai sedang.

Beberapa jenis olahraga yang paling direkomendasikan, seperti bersepeda, jogging, jalan santai, pilates, dan yoga. Selain itu, hindari olahraga berat seperti High Intensity Interval Training (HIIT) apabila waktu berbuka masih lama.

3. Menjaga Asupan Makanan

Selama berpuasa, kamu hanya dapat mengonsumsi makanan di antara waktu berbuka hingga sahur. Nah, agar bisa berolahraga dengan baik, kamu perlu menjaga asupan makanan bergizi seimbang pada kedua waktu makan tersebut.

Usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi lengkap dengan porsi yang sesuai. Kemudian pastikan selalu ada nutrisi berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan serat pada setiap makananmu.

4. Memenuhi Kebutuhan Air Putih

Tips olahraga saat puasa selanjutnya adalah selalu penuhi kebutuhan cairan. Hal ini penting karena dehidrasi bisa terjadi saat olahraga selama cuaca panas ketika puasa.

Agar hal tersebut tidak terjadi, maka kamu harus memerhatikan asupan cairan ke dalam tubuh. Sangat disarankan untuk selalu memenuhi kebutuhan air putih sebanyak 1,5 - 2 liter per hari. Selain itu, kamu juga bisa membatasi aktivitas fisik di siang hari agar tidak dehidrasi.

5. Mencukupi Kebutuhan Tidur

Orang dewasa setidaknya membutuhkan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Jika waktu tidur kurang dari itu, maka akan berpengaruh terhadap metabolisme dan kinerja tubuh.

Sebaliknya, tidur cukup dapat membantu memulihkan tubuh sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh untuk beraktivitas keesokan harinya. Tidur siang selama 30 menit sampai 1 jam saat berpuasa terkadang juga diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh agar tetap sehat.

Jadi, hindari begadang hingga larut malam dan hentikan kebiasaan ngemil di malam hari agar kamu bisa tidur lebih awal, ya.

6. Mulai dari Intensitas Rendah

Memulai olahraga dengan intensitas rendah saat puasa juga menjadi hal penting yang harus dilakukan. Pasalnya, tubuh butuh waktu untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan dan juga ritme harian selama bulan puasa.

Bukan cuma itu, memulai olahraga dengan intensitas rendah juga memungkinkan tubuh untuk beradaptasi secara bertahap tanpa menimbulkan stres yang berlebihan. Nantinya, kamu bisa meningkatkan intensitas dan jumlah latihan jika tubuh sudah benar-benar beradaptasi untuk melakukan olahraga saat puasa.

7. Memerhatikan Tanda-Tanda Dehidrasi

Tips olahraga saat puasa yang terakhir adalah perhatikan jika ada tanda dehidrasi, khususnya jika kamu berolahraga 30 menit sebelum waktu berbuka. Beberapa tanda dehidrasi yang patut diwaspadai antara lain sakit kepala, mulut kering, dan rasa lemas berlebihan.

Apabila kamu mengalami tanda-tanda tersebut saat berolahraga sebelum waktu berbuka, segera hentikan aktivitas fisik dan istirahat. Kemudian bisa segera minum air putih saat waktu berbuka tiba untuk menggantikan cairan yang hilang.

BACA JUGA: Ingin Tubuh Sehat dan Bebas Stres? Yuk, Coba 5 Studio Pilates di Jakarta!

Tetap Aktif Berolahraga saat Puasa dan Optimalkan Perlindungan dengan Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia

Olahraga saat puasa memang baik untuk kesehatan, tapi tetap ada risiko cedera atau kondisi tak terduga, terutama jika kamu rutin olahraga atau mencoba aktivitas baru. Sebab, cedera kecil pun bisa mengganggu aktivitas dan ibadahmu.

Di sinilah pentingnya punya perlindungan ekstra. Kalau kamu ingin tetap konsisten berolahraga, baik saat puasa maupun di hari biasa, memiliki perlindungan tambahan akan membuat lebih tenang. Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia memberikan perlindungan terhadap risiko cedera dan kebutuhan medis yang bisa terjadi ketika kamu beraktivitas fisik.

Dengan perlindungan yang praktis dan mudah diakses, kamu bisa menjaga kesehatan dengan rasa lebih tenang menghadapi risiko yang mungkin terjadi. Tertarik? Cari tahu lebih lanjut tentang Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia di sini!

Artikel Lainnya