Perayaan Imlek di China bukan hanya sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar. Bagi masyarakat Tionghoa sendiri, Imlek merupakan momentum paling penting dalam setahun untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati leluhur, hingga memulai tahun baru dengan harapan baik.
Jadi, tidak heran kalau perayaan Imlek di China selalu identik dengan tradisi yang kuat, suasana meriah, dan ritual yang sarat makna. Dari warna merah yang mendominasi di tiap sudut kota hingga makanan khas yang penuh makna, semuanya punya cerita.
Kalau kamu tertarik ingin tahu lebih banyak tentang tradisi perayaan Imlek yang ada di China, simak artikel ini sampai akhir, ya!
BACA JUGA: Menjelajah Qingdao, Ini Rekomendasi Tujuan dan Tip Wisatanya
Imlek atau disebut juga dengan Sin Cia merupakan tradisi pergantian tahun yang mulai dikenal sejak zaman Dinasti Xia. Mulanya, Imlek adalah tradisi yang dilakukan oleh para petani untuk menyambut musim semi.
Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut akhirnya berkembang menjadi perayaan Tahun Baru Imlek. Hal ini karena tradisinya yang bertepatan di awal tahun menurut perhitungan kalender China.
Tidak hanya itu, ada juga legenda Tionghoa mengenai asal-usul Imlek. Pada zaman dahulu, konon ada monster besar pemakan manusia yang berasal dari dasar laut atau gunung bernama Nian.
Monster ini muncul pada akhir musim dingin yang bertepatan dengan tahun baru untuk memakan panen, ternak, hingga penduduk desa. Suatu hari, penduduk desa melihat Nian lari ketakutan setelah bertemu anak kecil yang mengenakan baju merah.
Peristiwa inilah yang membuat mereka menyadari bahwa Nian takut pada merah. Makanya, setiap pergantian tahun, penduduk desa akan mengenakan pakaian merah, memasang lentera, dan gulungan kertas merah di tiap sudut rumah untuk mengusir Nian sekaligus sebagai upaya perlindungan.
Beberapa tradisi Imlek di China yang hingga kini masih lestari dan dilakukan oleh masyarakat Tionghoa, antara lain:
Tradisi Imlek di China yang pertama adalah membersihkan dan menghias rumah dengan dekorasi merah. Sebelum Imlek tiba, masyarakat Tionghoa akan membersihkan rumah secara menyeluruh.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kebersihan fisik dan membuang nasib buruk yang mungkin menempel di rumah selama setahun penuh. Setelah itu, berbagai dekorasi, seperti lentera, kain, dan hiasan kertas potong berwarna merah juga akan dipasang di seluruh sudut rumah.
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna merah diyakini membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.
Ketika Imlek, kamu juga akan menemukan tradisi memberi atau menerima angpau, yakni amplop merah berisi uang. Tradisi ini dilakukan oleh para orang tua atau pasangan yang sudah menikah kepada anak-anak maupun mereka yang belum menikah.
Secara umum, pemberian angpau ini melambangkan harapan untuk keberuntungan dan kesejahteraan bagi si penerimanya.
Pertunjukan barongsai dan kembang api tentu saja tidak terlepas dari tradisi Imlek di China. Apalagi kedua tradisi inilah yang membuat ritual Imlek jadi terasa semakin meriah.
Bukan cuma itu, barongsai dipercaya dapat mengusir roh jahat. Sedangkan kembang api dinyalakan untuk merayakan momen dengan penuh kegembiraan dan juga energi positif.
Berdoa di kuil selama Imlek adalah sebuah tradisi yang sarat akan makna spiritual. Orang-orang akan mendatangi kuil untuk menyampaikan permohonan serta harapan agar mendapat keberuntungan di tahun baru.
Selain itu, berdoa dan melakukan persembahan di kuil juga dikonotasikan sebagai kesempatan bagi orang-orang untuk merefleksikan perjalanan hidup dan berharap akan masa depan yang lebih baik lagi.
Umumnya, festival lampion diadakan sebagai penutup rangkaian perayaan Imlek. Dalam festival ini, kamu akan melihat pemandangan menakjubkan dari ribuan lampion yang diterbangkan atau digantung.
Momen ini tentu saja dapat menciptakan suasana yang indah dan penuh harapan untuk tahun baru. Tidak hanya memanjakan mata, festival lampion juga membawa kegembiraan bagi semua orang yang ikut merayakannya.
Ziarah ke makam leluhur merupakan tradisi penting lainnya selama perayaan Imlek di China. Dengan mengunjungi dan merawat makam keluarga, masyarakat Tionghoa menunjukkan penghormatan terhadap leluhur dan menjaga hubungan dengan akar sejarah keluarga.
Makan malam saat malam tahun baru juga menjadi tradisi lainnya yang selalu dilakukan masyarakat Tionghoa saat Imlek. Tradisi ini bukan hanya menjadi momen berbagai kebahagiaan dengan keluarga, tapi juga ajang untuk menikmati berbagai hidangan khas Imlek yang masing-masingnya memiliki makna simbolis.
Beberapa di antaranya seperti ikan yang menjadi simbol keberuntungan dan kue lapis untuk rezeki yang terus bertumbuh.
Selama perayaan Imlek berlangsung, mengunjungi keluarga dan teman juga menjadi tradisi yang tidak boleh dilewatkan. Pasalnya, tradisi ini menjadi bentuk untuk memperkuat tali persaudaraan dan menyampaikan harapan baik untuk tahun yang baru.
BACA JUGA: Menelusuri Jejak Budaya di Chongqing, Tai’an, dan Ürümqi
Berikut adalah beberapa fakta menarik yang membuat Imlek di China jadi makin menarik.
Selain dikenal dengan nama Sin Cia, sebutan lain untuk Imlek dalam Bahasa Tiongkok adalah Guo Nian yang berarti "Mengalahkan Nian". Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Nian adalah monster yang selalu muncul di Hari Raya Imlek untuk memakan orang dan hewan ternak. Itulah mengapa, sebenarnya perayaan Imlek adalah ritual pengusiran monster Nian.
Meski belum diketahui secara pasti kapan perayaan ini dilakukan, tetapi Imlek diyakini sudah ada sejak 3.500 tahun lalu. Beberapa bukti bahkan sudah ditemukan dalam prasasti sejarah Tiongkok.
Jadi, total ada lima era yang sudah dilewati dalam perayaan Imlek, yaitu:
Menurut cerita yang beredar, Nian takut dengan warna merah. Itulah mengapa, masyarakat Tionghoa mulai menempelkan kertas warna merah di pintu dan mengenakan baju merah saat Imlek.
Selain itu, Nian juga takut terhadap bunyi bambu yang terbakar dan cahaya api atau lilin. Jadi, tidak heran kalau momen Imlek selalu identik dengan suara meriah dari kembang api maupun atraksi barongsai.
Mayoritas orang mengira jika nilai uang di dalam angpau lebih berharga. Padahal sebenarnya amplop merah pada angpau itulah yang menjadi simbol energi, kebahagiaan, dan keberuntungan.
Adapun uang di dalam angpau hanya sebagai simbolisasi harapan untuk mendapatkan kebahagiaan dan berkat bagi si penerima. Namun, pastikan kamu tidak membuka angpau di depan orang yang memberikan, ya, karena hal ini dianggap kurang sopan.
Fakta menarik yang terakhir dari perayaan Imlek di China adalah dekorasi berupa tulisan berbahasa Tiongkok di depan pintu rumah berkaitan erat dengan dunia mistis. Jadi, dua bait pada tulisan tersebut merupakan nama penjaga dunia lain bernama Shentu dan Yulei.
Menurut kepercayaan Tionghoa, kedua penjaga ini ditakuti oleh monster dan siluman karena akan melemparkan mereka yang melukai manusia kepada harimau untuk dimakan. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, tulisan tersebut tidak lagi menyebut Shentu dan Yilei, tapi sudah tergantikan dengan kalimat lain.
Melihat perayaan Imlek di China secara langsung tentu saja akan memberikan pengalaman yang berbeda. Sebab, di China, kamu akan melihat kota dihias besar-besaran, tradisi autentik yang jarak ditemukan di tempat lain, serta suasana hangat khas Imlek yang penuh dengan energi positif.
Bagi wisatawan, tentu saja Imlek adalah momen untuk memahami budaya Tionghoa dari sudut pandang yang lebih mendalam.
BACA JUGA: Hong Kong Bucket List: 10 Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Sini
Perayaan Imlek di China merupakan momen istimewa yang penuh warna, tradisi, dan makna. Jika kamu berencana untuk menyaksikannya langsung, pastinya kamu ingin fokus menikmati setiap momen di sana.
Sebelum merencanakan momen liburan Imlek di China, kamu perlu melengkapi perjalanan dengan Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia. Dengan adanya perlindungan selama perjalanan internasional ini, kamu bisa tetap fokus menjelajahi setiap tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa selama Imlek.
Dengan premi terjangkau mulai dari Rp132.000 saja, kamu sudah bisa mendapat perlindungan .Tidak perlu khawatir, asuransi ini bisa kamu dapatkan secara online dengan bantuan servis 24/7.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, rencanakan perjalananmu dengan lebih aman dan nyaman bersama Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia!