Cedera olahraga memang menjadi salah satu momok menakutkan yang bisa menimpa siapa saja. Niat hati ingin memulai gaya hidup aktif, salah gerakan sedikit saja justru membuat badan kamu terasa sakit semua.
Kalau kamu mengalami cedera tersebut, jangan langsung panik, ya!
Ada beberapa langkah tepat untuk melakukan penanganan cedera olahraga seperti yang akan diulas di artikel ini.
BACA JUGA: Sejarah Maraton dan 5 Event Maraton Terbesar di Dunia
Secara definisi, cedera olahraga adalah kerusakan pada sistem otot, tulang, atau jaringan tubuh lain yang terjadi akibat aktivitas fisik. Walaupun pada dasarnya tubuh kita cukup tangguh, tetapi cedera bisa muncul ketika tubuh dipaksa bekerja melebihi batas kemampuannya. Penyebab cedera olahraga sendiri dapat dibagi menjadi dua kategori utama:
Traumatic Injury merupakan cedera yang terjadi secara tiba-tiba akibat benturan keras atau gerakan ekstrem. Contoh yang paling gampang adalah terjatuh saat lari atau bertabrakan dengan teman saat sedang bermain futsal.
Overuse Injury dapat menyebabkan cedera secara perlahan karena gerakan berulang yang dilakukan terus-menerus tanpa istirahat cukup. Pada umumnya, kamu bisa mengalami Overuse Injury ketika terlalu semangat berolahraga (overtraining) atau teknik gerakannya kurang tepat.
Di balik sakitnya cedera, ternyata rasa sakit tersebut tidak semuanya sama, lho. Kamu perlu memahami berbagai jenis cedera yang umum menimpa ketika sedang berolahraga agar bisa mengambil tindakan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa kondisi cedera olahraga yang paling umum dialami.
Terkilir dan rasa ketarik biasanya menjadi cedera yang paling sering dialami pegiat olahraga. Terkilir terjadi ketika ligamen atau penghubung tulang meregang berlebihan. Rasa sakit tersebut cukup sering muncul di pergelangan seperti pergelangan kaki. Sedangkan strain, atau otot ketarik, adalah cedera yang terjadi pada otot atau tendon, sering kali menimpa area hamstring di paha belakang.
Cedera olahraga selanjutnya adalah cedera pada lutut. Lutut menopang berat tubuh kita saat bergerak. Cedera ini bisa berupa runner's knee (rasa nyeri di tempurung lutut) atau kerusakan pada ligamen seperti ACL yang sering menghantui pemain bola dan basket.
Patah tulang dan dislokasi tergolong ke dalam cedera berat atau traumatic. Patah tulang terjadi ketika tulang menerima tekanan yang lebih besar dari kekuatannya. Sementara itu, dislokasi adalah kondisi ketika ujung tulang keluar dari posisi normalnya di persendian.
Pernah merasa nyeri di siku setelah main tenis atau golf? Bisa jadi rasa nyeri tersebut disebabkan oleh tendonitis. Tendonitis merupakan peradangan pada tendon akibat gerakan berulang dalam jangka waktu lama.
Lantas, kalau sampai terkena cedera olahraga, bagaimana penanganan pertama yang tepat? Mengutip dari berbagai sumber ilmiah tentang kesehatan, salah satu penangan pertama yang benar untuk cedera tersebut adalah dengan metode R.I.C.E.
Segera hentikan aktivitas olahraga kalau kamu merasa nyeri pada bagian tubuh tertentu. Jangan memaksakan diri untuk lanjut berolahraga dan langsung istirahatkan bagian tubuh yang cedera.
Kompres area yang sakit dengan es yang dibalut kain selama 15-20 menit. Lakukan kompres ini beberapa kali sehari untuk mengurangi bengkak dan nyeri. Ingat, jangan tempelkan es langsung ke kulit untuk mencegah iritasi, ya!
Balut area cedera dengan perban elastis. Tujuannya adalah untuk membatasi gerakan dan mencegah pembengkakan semakin parah. Balutannya pun jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terhambat.
Posisikan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung saat berbaring. Posisi tersebut akan membantu mengurangi aliran darah ke area cedera sehingga bengkak bisa cepat kempes.
Seperti yang telah dijelaskan pada section sebelumnya, metode R.I.C.E merupakan penanganan pertama yang tepat ketika kamu terkena cedera olahraga. Namun, apabila rasa sakit tak kunjung hilang, terjadi pembengkakan hebat, atau bahkan bentuk sendi terlihat aneh, segera kunjungi dokter ortopedi dan traumatologi, ya.
Penanganan medis lanjut mungkin diperlukan untuk cedera yang kamu alami. Pengobatan lanjutan dari cedera tersebut dapat berupa pemberian obat anti-inflamasi, fisioterapi, hingga tindakan operasi jika terjadi robekan ligamen atau patah tulang serius.
BACA JUGA: Padel: Olahraga yang Lagi Hitz di Kalangan Gen Z dan Ekspat
Memahami penanganan cedera olahraga secara tepat memang sangat penting bagi kamu yang punya gaya hidup aktif. Akan tetapi, memiliki perlindungan sebelum risiko cedera terjadi jauh lebih krusial, nih.
Kita tidak pernah tahu kapan risiko seperti cedera lutut saat lari pagi atau terkilir saat gym akan terjadi. Biaya pengobatannya pun bisa jadi tidak sedikit. Jadi, segera lengkapi gaya hidup aktif kamu dengan Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia!
Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia memberikan perlindungan menyeluruh terhadap risiko cedera fisik saat kamu berolahraga. Kamu jadi bisa lebih fokus mengejar target kebugaran tanpa memikirkan biaya pengobatan jika hal tak diinginkan terjadi.
Yuk, terus semangat berolahraga karena ada MSIG Indonesia yang selalu menjaga setiap langkah kamu!