Belakangan, hot mat pilates semakin menarik perhatian sebagai variasi latihan yang menggabungkan gerakan mat pilates dengan suasana ruangan yang lebih panas. Jika biasanya pilates dilakukan dalam suhu ruangan yang nyaman, versi ini memberikan tantangan tambahan melalui temperatur lingkungan latihan.
Meski gerakannya tetap mengandalkan kontrol tubuh, pernapasan, dan kekuatan otot inti, sensasi latihan bisa terasa berbeda karena tubuh lebih cepat berkeringat. Namun sebelum mencobanya, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami, terutama jika ini merupakan pengalaman pertama mengikuti kelas pilates.
BACA JUGA: Apa Itu Pilates? Kenali Olahraga yang Digemari Banyak Orang
Hot mat pilates adalah latihan pilates berbasis matras yang dilakukan di dalam ruangan dengan suhu yang sengaja dibuat lebih tinggi daripada suhu ruangan biasa. Gerakannya tetap menggunakan prinsip mat pilates, tetapi kondisi panas membuat tubuh lebih cepat berkeringat dan latihan dapat terasa lebih intens.
Suhu kelas dapat berbeda tergantung studio dan metode yang digunakan. Beberapa kelas hot mat pilates dilakukan pada kisaran sekitar 27–40°C, sedangkan metode tertentu menggunakan suhu sekitar 35°C dengan tingkat kelembapan tertentu.
Jadi, hot mat pilates bukan jenis pilates yang sepenuhnya berbeda. Sederhananya, latihan mat pilates dilakukan dalam lingkungan yang lebih panas, sehingga memberikan pengalaman dan tantangan tambahan.
Dengan melakukan hot mat pilates, beberapa manfaat yang dapat kamu peroleh antara lain:
Bagi kamu yang baru pertama kali akan mencoba hot mat pilates, bisa lakukan beberapa tips berikut.
Sebelum mendaftar, cari tahu temperatur ruangan, durasi kelas, jenis gerakan, serta perlengkapan yang perlu dibawa. Setiap studio dapat memiliki format hot mat pilates yang berbeda, sehingga informasi tersebut membantu kamu mengetahui apa yang akan dihadapi.
Jika memungkinkan, pilih kelas yang memang ditujukan untuk pemula. Kamu juga bisa memberi tahu instruktur bahwa ini merupakan pengalaman pertama agar modifikasi gerakan dapat diberikan ketika diperlukan.
Hidrasi menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian lebih ketika berolahraga di ruangan panas. Tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat, sehingga cairan perlu digantikan sebelum, selama, dan setelah latihan.
Bawa botol minum ke kelas dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum. Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi kebutuhan cairan, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Kelas pertama bukan waktunya untuk membuktikan seberapa kuat kamu bertahan. Fokuslah memahami gerakan, menjaga pernapasan, dan mengikuti instruksi dengan teknik yang tepat.
Jika tubuh mulai terasa terlalu lelah, kurangi intensitas atau ambil waktu untuk beristirahat. Hot mat pilates dapat terasa lebih berat karena pengaruh suhu, sehingga kemampuan tubuh perlu menjadi pertimbangan utama.
Pilih pakaian olahraga yang nyaman dan mendukung pergerakan. Bahan yang membantu mengelola kelembapan dapat membuat pengalaman latihan terasa lebih nyaman karena tubuh akan lebih banyak berkeringat.
Kamu juga bisa membawa handuk kecil karena keringat selama kelas kemungkinan lebih banyak dibandingkan latihan di ruangan dengan suhu normal.
Suhu yang lebih hangat dapat membuat tubuh terasa lebih lentur. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk memaksakan tubuh mencapai rentang gerak tertentu.
Tetap lakukan setiap gerakan secara terkontrol dan ikuti arahan instruktur. Jika muncul rasa sakit, segera kurangi gerakan atau berhenti.
Panas dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Jika kamu mengalami pusing, mual, lemas, sesak, atau merasa sangat tidak nyaman, segera berhenti dan pindah ke area yang lebih sejuk.
Jangan menganggap rasa tidak nyaman sebagai sesuatu yang harus ditahan sampai kelas selesai. Kemampuan mengenali batas tubuh justru menjadi bagian penting ketika mencoba olahraga dalam kondisi panas.
Tidak perlu langsung mengikuti hot mat pilates berkali-kali dalam satu minggu. Mulailah secara bertahap dan perhatikan bagaimana tubuh merespons latihan setelah kelas.
Konsistensi latihan dengan intensitas yang sesuai lebih penting daripada memaksakan frekuensi atau durasi. Jika kamu sudah terbiasa dengan pilates, tetap berikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan temperatur yang berbeda.
BACA JUGA: Ingin Tubuh Sehat dan Bebas Stres? Yuk, Coba 5 Studio Pilates di Jakarta!
Mencoba hot mat pilates bukan hanya soal mengikuti gerakan sampai kelas selesai. Kamu juga perlu tahu kapan harus menaikkan intensitas, kapan mengambil jeda, dan apa saja yang perlu disiapkan sebelum mulai berlatih.
Hal yang sama berlaku untuk persiapan di luar sesi latihan. Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia dapat menjadi salah satu pilihan yang kamu pertimbangkan untuk melengkapi persiapan saat menjalani aktivitas olahraga. Sebelum memilih, pahami manfaat dan ketentuan polis agar sesuai dengan kebutuhanmu.
Lihat informasi Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia sekarang dan siapkan aktivitas olahraga kamu dengan lebih nyaman.