Benda warisan budaya Indonesia adalah objek fisik yang memiliki nilai sejarah, seni, dan identitas budaya. Beberapa di antaranya bahkan sudah diakui dunia melalui UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.
Seperti yang diketahui bahwa Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan keberagaman budaya yang sangat luas. Setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing, termasuk dalam bentuk benda budaya yang unik dan penuh makna.
BACA JUGA: Mengenal Rambu Solo dan Ma’nene, Dua Tradisi Unik dari Suku Toraja
Warisan budaya Indonesia, dalam hal ini warisan dalam bentuk benda, adalah segala bentuk peninggalan fisik yang memiliki nilai sejarah, seni, dan budaya tinggi, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Benda tersebut bisa berupa bangunan bersejarah, karya seni, monumen, dan lainnya yang menjadi saksi bisu perjalanan suatu peradaban.
Dengan kata lain, warisan budaya benda tidak hanya sekadar barang. Namun, juga menyimpan cerita, tradisi, dan identitas masyarakat dari masa lalu hingga sekarang.
Berikut adalah delapan benda yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya resmi dari Indonesia.
Pada tahun 2008, keris menjadi benda warisan budaya Indonesia yang pertama diakui oleh UNESCO. Senjata tajam yang dianggap magis ini diperkirakan berasal dari Pulau Jawa pada abad ke-10 sebelum tersebar hingga ke seluruh Asia Tenggara.
Keris umumnya memiliki bilah sempit dengan dasar yang lebar dan asimetris serta sarung yang terbuat dari kayu, gading, atau bahkan emas. Benda ini memiliki tiga nilai estetika, yaitu dhapur (bentuk dan desain bilah yang mencapai 40 varian), pamor (pola hiasan paduan logam pada bilah yang ada sekitar 120 varian), dan tangguh (usia dan asal-usulnya).
Benda warisan budaya Indonesia ini adalah kain yang dilukis dengan cairan lilin malam menggunakan alat bernama canting. Proses yang sepenuhnya dikerjakan menggunakan tangan itu membuat batik menjadi produk garmen tradisional yang bernilai tinggi dan eksotis.
Batik sendiri diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia setahun setelah pengakuan atas keris. Batik kemudian lebih dikenal sebagai representasi ideal pakaian tradisional Indonesia di mata masyarakat global.
Walaupun teknik membatik berasal dari Jawa, tetapi setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik sendiri. Tak ayal, jumlah batik Indonesia ada ribuan.
Angklung adalah alat musik tradisional dari tanah Sunda atau wilayah Jawa Barat. Terbuat dari bambu, alat musik ini dimainkan dengan cara digoyang-goyangkan hingga ia menghasilkan nada. Inilah kenapa angklung harus dimainkan secara kolektif dalam sebuah ensambel.
Selayaknya alat musik tradisional lain, angklung punya kaitan erat dengan adat istiadat, seni, dan identitas budaya di Indonesia. Jika dulu angklung awam dimainkan pada saat upacara-upacara, kini angklung juga jadi salah satu tujuan wisata budaya. Alat musik ini diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2010.
Noken menjadi benda warisan budaya Indonesia lainnya yang diakui UNESCO, tepatnya pada tahun 2012. Benda ini merupakan tas tradisional asli Papua yang terbuat dari serat kulit kayu atau dedaunan. Seperti tas pada umumnya, noken biasa digunakan masyarakat Papua untuk membawa hasil pertanian, barang-barang, tangkapan dari laut atau danau, kayu bakar, hewan kecil, hingga anak bayi.
Khusus di daerah pegunungan Papua Tengah, seperti Suku Mee/Ekari, Damal, Yali, Dani, Lani, dan Bauzi, noken juga jadi simbol kehidupan yang baik, damai, dan subur. Uniknya, tas ini dipakai dengan cara disangkutkan di atas kepala. Selain itu, hanya orang Papua saja yang boleh membuat tas ini, lho!
Pinisi diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia pada tahun 2017. Warisan budaya ini mengacu pada kapal layar tradisional Suku Bugis, penduduk asli Sulawesi Selatan. Menurut naskah kuno orang Bugis, I La Galigo, kapal pelaut nenek moyang mereka ini sudah ada sejak abad ke-14.
Keunikan kapal pinisi terletak pada teknik dan peralatan tradisional konstruksinya, yang telah diturunkan dari satu generasi ke generasi. Kapal layar ini biasa memiliki 7-8 layar pada dua tiang dengan panjang badan kapal antara 12-21 meter.
Gamelan adalah alat musik tradisional dari tanah Jawa, Sunda, juga Bali. Seperti angklung, alat musik satu ini juga harus dimainkan secara ensambel untuk menciptakan alunan nada. Bedanya, gamelan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tabuh (alat pemukul).
Memainkan alat ini membutuhkan tuning, tata letak, pola, kinerja ritme, juga metrik yang tepat untuk menghasilkan nada-nada yang berkesan bagi pendengarnya. Musik gamelan biasa dimainkan dalam ritual keagamaan, upacara, teater tradisional, festival atau konser, juga di objek-objek wisata. Alat musik ini baru diakui UNESCO pada tahun 2021 lalu.
Candi merupakan bangunan bersejarah yang umumnya digunakan untuk tujuan keagamaan di masa lalu. Adapun Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah dua candi di Indonesia yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Kedua candi ini menjadi simbol kejayaan peradaban kuno yang memperlihatkan kemajuan teknologi, seni, dan budaya masyarakat pada zamannya. Bangunan megah ini juga turut menyimpan nilai spiritual, historis, dan arsitektur yang sangat tinggi.
Situs arkeologi, seperti Situs Gunung Padang atau Sangiran, juga menjadi salah satu benda warisan budaya Indonesia. Situs arkeologi ini menunjukkan kehidupan masyarakat prasejarah di Indonesia yang memberi informasi tentang perkembangan peradaban, teknologi, dan pola hidup manusia pada masa lampau.
Benda warisan budaya Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, seperti:
BACA JUGA: Pawai Jampana, Pawai Perayaan Kemerdekaan di Jawa Barat
Benda warisan budaya Indonesia adalah bagian penting dari identitas bangsa yang mencerminkan sejarah, nilai, dan kreativitas masyarakat. Dari keris hingga kapal pinisi, setiap benda memiliki cerita dan makna tersendiri.
Semua benda-benda di atas bisa kamu temukan saat berlibur ke daerah asalnya, lho. Untuk itu, jangan lupa singgahi museum, rumah produksi, atau objek wisata yang memiliki koleksi benda-benda di atas, ya.
Jangan lupa juga untuk melengkapi diri kamu dengan Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia sebelum bertamasya dan tetap menjaga protokol kesehatan di perjalanan kamu, ya!