Whatsapp
Artikel 30 Jan 2026

Tren Traveling 2026: Ke Mana Orang Akan Liburan Tahun Ini?

Dunia traveling terus berubah dari tahun ke tahun. Bahkan cara orang berlibur sekarang sudah jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu. Bukan cuma soal ke mana kamu pergi, tapi juga bagaimana kamu bepergian dan apa yang dicari dari perjalanan tersebut. Hal ini tentu tidak terlepas dari tren traveling yang sedang hype di momen tertentu.

Memasuki tahun baru, mulai banyak orang yang mencari tahu tren traveling 2026 akhir-akhir ini. Lantas, kira-kira apa saja tren liburan yang akan populer di tahun 2026? Kalau kamu tertarik, simak artikel ini sampai akhir, ya!

BACA JUGA: Traveling Bareng KeluargakeJepang? Ke Sini Aja!

Apa Itu Tren Traveling dan Kenapa Selalu Berubah?

Tren traveling adalah pola atau kebiasaan liburan yang sedang diminati banyak orang dalam periode tertentu. Tren ini sering kali berubah karena berbagai faktor, seperti:

  • Gaya hidup masyarakat
  • Kemajuan teknologi
  • Kondisi ekonomi dan global
  • Perubahan cara kerja

Contohnya, dulu momen liburan selalu identik dengan jadwal yang padat dan kunjungan ke banyak tempat dalam sehari. Namun, sekarang banyak orang justru memilih untuk liburan yang lebih santai, tapi tetap bermakna.

Tren Traveling 2026 yang Diprediksi Akan Populer Sepanjang Tahun

Berikut adalah beberapa tren traveling 2026 yang diperkirakan akan semakin diminati sepanjang tahun ini.

1. Eco-Friendly Tourism

Eco-friendly tourism menjadi tren liburan di tahun 2026 pertama yang akan semakin populer. Tren pariwisata ramah lingkungan ini muncul dari adanya kesadaran kolektif wisatawan di level global maupun dalam negeri yang berpusat pada ketersediaan fasilitas serta aktivitas yang ramah lingkungan.

Jadi, dari segi fasilitas, wisatawan cenderung akan memilih akomodasi bersertifikat lingkungan, kebijakan tegas dalam pengurangan plastik sekali pakai, dan destinasi dengan pengelolaan sampah terpadu. Sedangkan dari segi aktivitas, wisatawan tertarik pada atraksi yang menawarkan pengalaman langsung dalam konservasi dan pemulihan ekosistem.

2. Culinary and Gastronomy Tourism

Kuliner dan gastronomi juga akan menjadi elemen pelengkap paket wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Tren traveling 2026 ini menawarkan pengalaman kuliner autentik, seperti kelas memasak, festival makanan tradisional, dan farm-to-table di desa wisata.

Adapun tren gastro-tourism diprediksi akan terus berkembang sebagai salah satu pilar pariwisata kreatif di Indonesia. Salah satu contohnya adalah destinasi wisata di Desa Wisata Candirejo Magelang, Bonjeruk Lombok, dan Pujon Kidul Malang yang berhasil sukses mengembangkan wisata kuliner berbasis partisipasi.

Dalam paket wisata ini, kamu dapat mengikuti proses produksi sebuah makanan dari kebun hingga tersaji di meja akan. Jadi, kamu akan dikenalkan langsung dengan proses menanam, memanen, memasak, hingga pengalaman makan bersama dengan wisatawan lainnya.

3. Cultural Immersion

Tren traveling cultural immersion diperkirakan akan semakin jadi primadona pada tahun 2026 ini. Dengan adanya tren ini, wisatawan juga bisa ikut serta merasakan kehidupan lokal secara langsung.

Dalam cultural immersion, kamu bisa berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sehari-hari, tradisi, serta praktik budaya komunitas lokal setempat. Selain itu, kamu juga dapat mengikuti upacara adat, tinggal bersama masyarakat, dan belajar memasak makanan tradisional.

Di Indonesia, salah satu destinasi wisata cultural immersion yang mulai banyak disoroti wisatawan adalah Desa Adat Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur. Di sini, kamu harus berjalan kaki di kawasan perbukitan untuk sampai ke desa. Kemudian akan disambut dengan upacara adat di Mbaru Gendang sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

4. Nature and Adventure-Based Tourism

Nature and adventure-based tourism adalah tren traveling dengan niche adventure, seperti mendaki gunung api aktif, susur gua, hingga eksplorasi alam bawah laut. Ceningan Divers yang ada di Bali merupakan salah satu pelopor standar lingkungan untuk aktivitas menyelam.

Standar global Green Fins diimplementasikan melalui kolaborasi antara operator selam, masyarakat lokal, dan juga Coral Triangle Center. Tren berlibur dengan fokus utama pada kegiatan yang dekat dengan alam ini diprediksi akan semakin diminati, khususnya di kalangan wisatawan global.

5. Wellness Tourism

Wellness tourism diperkirakan juga akan semakin berkembang pesat pada tahun 2026 ini. Hal ini terjadi berkat meningkatnya pergeseran gaya hidup wisatawan menuju keseimbangan dan kesadaran diri.

Aktivitas wisata ini nantinya akan berfungsi sebagai ruang pemulihan dan refleksi. Jadi, fokus utama dari wellness ada pada peningkatan fisik, mental, serta spiritual secara holistik.

Di Bali, sudah banyak pelaku usaha yang mengembangkan wellness tourism dengan cakupan perawatan spa tradisional, yoga, meditasi, dan terapi aromaterapi yang holistik. Sedangkan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, wellness berbasis aromaterapi dan edukasi tentang tanaman atsiri dengan menggabungkan unsur kreasi, kesehatan, budaya, dan edukasi juga semakin populer.

6. Slow Travel

Jika beberapa tahun lalu orang berlomba untuk posting banyak destinasi dalam waktu yang singkat, sekarang justru orang-orang memilih sebaliknya. Wisatawan kini cenderung menikmati satu tempat dengan lebih dalam.

Oleh karena itulah, slow travel jadi tren baru yang membuat kamu benar-benar "hadir" di tempat yang dikunjungi. Bukan cuma mampir, tapi juga bercengkerama dengan masyarakat lokal, belajar budaya setempat, mencicipi makanan tradisional, dan pastinya menikmati suasana tanpa terburu-buru.

7. Bleisure (Business and Leisure)

Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap konsep work-life balance, tren bleisure juga semakin berkembang. Pada dasarnya, bleisure adalah gabungan perjalanan bisnis dengan rekreasi, di mana seseorang akan memperpanjang masa tinggal pada perjalanan bisnisnya untuk mengeksplorasi wisata di sekitar.

Perkembangan bleisure yang semakin masif juga terjadi karena semakin kuatnya ekosistem MICE, wisata urban, dan nomadic work-life travel. Sekarang ini, agenda resmi seperti konferensi dan pameran telah mengintegrasikan agenda tur dalam kota, wellness, dan wisata kuliner.

Hadirnya pendekatan ini tentu bukan hanya meningkatkan kepuasan peserta atau pengunjung, tapi juga sekaligus memperpanjang masa tinggal mereka sehingga memberi dampak ekonomi positif bagi destinasi MICE.

8. Rewired Roadtrip

Di tahun 2026, roadtrip juga akan berevolusi dari perjalanan pribadi menjadi pengalaman sosial bersama. Banyak wisatawan yang tertarik pada roadtrip karena lebih spontan dan fleksibel. Jadi, fokus utama dari tren traveling ini ada pada kebebasan dan koneksi.

Perjalanan darat diprediksi akan kembali menjadi favorit karena wisatawan telah kembali pesona perjalanan menyusuri jalan raya. Banyak wisatawan memilih berkendara karena dianggap jauh lebih sederhana dan lebih hemat dari sisi biaya.

9. Hotel Hopping

Jika biasanya kamu stay di satu hotel selama liburan, tren liburan 2026 justru berlaku sebaliknya. Ya, hotel hopping adalah tren yang mulai digemari oleh para wisatawan.

Singkatnya, hotel hopping adalah kegiatan berpindah-pindah penginapan untuk mencoba suasana dan vibe yang berbeda. Misalnya, dua malam di hotel bergaya tropis di Seminyak, lalu pindah ke villa dengan pemandangan alam di Ubud yang terasa lebih tenang.

Tren ini bukan hanya membuat liburan jadi lebih dinamis, tapi juga memberikan sensasi micro-adventure di setiap perpindahan. Apalagi harga hotel kini juga semakin bervariasi serta bisa kamu pilih sesuai bujet dan kebutuhan.

BACA JUGA: Noctourism, Wisata Malam Hari yang Populer di 2025

Ikuti Tren Traveling 2026 dan Nikmati Perjalanan yang Lebih Tenang Bersama Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia

Mengikuti tren traveling 2026 berarti bukan cuma soal destinasi kekinian atau gaya liburan baru, tapi juga soal kesiapan kamu menghadapi perjalanan secara menyeluruh.

Buat kamu yang ingin menikmati liburan dengan lebih tenang dan pastinya nyaman, Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia hadir untuk memberikan perlindungan ekstra untukmu. Perlindungan ini akan membantumu menghadapi berbagai risiko perjalanan, baik untuk liburan dalam negeri maupun luar negeri, tanpa mengganggu momen liburanmu.

Yuk, segera lengkapi perjalanan kamu dengan Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia untuk bisa nikmati momen liburan dengan worry-free!

Artikel Lainnya