Artikel 29 Mar 2023

Sejarah Dibalik International Women's Day

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau lebih dikenal dengan International Women's Day (IWD). Peringatan ini dirayakan oleh hampir seluruh perempuan di berbagai negara di belahan dunia karena menjadi simbol pencapaian perempuan tanpa memandang asal, etnis, bahasa, budaya, ekonomi, maupun pandangan politik.

Ditetapkannya 8 Maret sebagai International Women's Day tentunya melalui proses yang panjang, ada sejarah penting dibalik perayaannya. Seperti apa sejarahnya?

Sejarah International Women’s Day

Melansir laman id.wikipedia.org, International Women's Day pertama kali dirayakan di New York, Amerika Serikat, pada tanggal 28 Februari 1909. Pasca protes ribuan pekerja perempuan yang menuntut untuk diberikan hak suara, upah yang lebih baik, dan jam kerja yang lebih singkat.

Setahun kemudian atau tepatnya tahun 1910, Partai Sosialis Amerika berkumpul untuk menetapkan Hari Perempuan Nasional di Kopenhagen. Clara Zetkin, selaku pemimpin dari Kantor Perempuan memberi usul semua negara di dunia setiap tahunnya merayakan International Women's Day. Usulan ini diterima oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara.

Tahun 1911, International Women's Day pun diputuskan diperingati setiap tanggal 19 Maret dan pertama kali dirayakan di Swiss, Jerman, Denmark, dan Austria. Lebih dari satu juta perempuan dan laki-laki ikut terlibat mengampanyekan hak untuk perempuan.

Kurun waktu 1913-1914, International Women's Day digunakan untuk penolakan Perang Dunia 1. Bahkan, di beberapa negara di Eropa, International Women's Day ini dijadikan sebagai aksi protes perang serta solidaritas antar sesama perempuan.

Di tahun 1917, perempuan-perempuan di negara Rusia melakukan protes bertajuk Roti dan Perdamaian. Aksi protes ini dilakukan pada minggu terakhir bulan Februari atau bertepatan dengan 8 Maret (kalender masehi).

Sampai akhirnya, di tahun 1975 untuk pertama kalinya Partai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati International Women's Day tanggal 8 Maret. Sejak saat itu, International Women's Day ditetapkan setiap 8 Maret, termasuk Indonesia.

International Women's Day 2023

Setiap tahunnya, perayaan International Women's Day mengusung tema yang berbeda-beda. Tahun ini (8 Maret 2023), tema yang diangkat adalah tentang “DigitALL: Innovation and Technology for Gender Equality”.

Dilansir dari internationalwomensday.com, tema ini berfokus pada teknologi dan pendidikan digital secara global untuk semua perempuan. Tujuan dari tema ini adalah memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak perempuan demi kemajuan di bidang pendidikan digital serta teknologi transformatif.

Dengan tagarnya #EmbraceEquality. Arti dari tagar ini adalah setiap orang di dunia berhak untuk menentang stereotip terkait dengan gender. Menentang tegas diskriminasi, mengupayakan inklusi, dan menarik perhatian bias.

Tentu saja, harapannya, di tahun 2023 ini perempuan-perempuan di seluruh dunia mendapatkan keadilan, terhindar dari diskriminasi, dan membuka peluang baginya untuk bersaing di bidang teknologi.

Layaknya warna dalam peringatan International Women's Day, di mana ungu melambangkan keadilan dan martabat, hijau adalah simbol dan harapan, serta putih mewakili kemurnian. Terus semangat untuk para perempuan hebat!

Artikel Lainnya