Puasa sering kali membuat sebagian orang membatasi aktivitas fisiknya, termasuk olahraga seperti joging. Padahal jika dilakukan dengan tepat, joging saat puasa justru punya banyak manfaat untuk tubuh, lho.
Kuncinya ada pada waktu, intensitas, dan juga persiapan yang tepat. Jadi, jika kamu ingin tetap aktif selama Ramadan tanpa mengganggu ibadah, pahami dulu manfaat joging saat puasa dan tips aman melakukannya dalam artikel ini, yuk!
BACA JUGA: Yuk, Intip Ragam Tradisi Idul Fitri di 4 Negara Muslim Ini!
Banyak yang mengira olahraga saat puasa berbahaya. Padahal jika dilakukan dengan benar, manfaat joging saat puasa cukup signifikan, terutama untuk kebugaran dan metabolisme.
Berikut adalah beberapa di antara manfaat tersebut.
Ketika puasa, kadar gula darah cenderung lebih rendah. Jadi, tubuh lebih mudah menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.
Joging ringan sebelum berbuka bisa membantu proses ini agar hasilnya lebih optimal. Oleh karena itu, banyak orang justru merasa puasa adalah momen yang tepat untuk menjaga dan menurunkan berat badan.
Namun, perlu diingat, bukan berarti kamu harus lari intens, ya. Pastikan olahraga yang dilakukan tetap berada di zona nyaman.
Puasa bukanlah alasan untuk berhenti aktif. Sebaliknya, jika kamu terlalu pasif, tubuh justru bisa terasa makin lesu.
Sementara joging ringan selama 20-30 menit bisa membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan stamina. Dengan begitu, tubuh jadi lebih segar dan tidak terasa "berat" sepanjang hari.
Perubahan pola tidur dan makan saat puasa tak jarang bisa membuat mood jadi naik-turun. Nah, joging ini bisa jadi solusi alami untuk mengatasi masalah ini, lho.
Sebab, olahraga dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang membantu mengurangi stres, membuat pikiran lebih rileks, hingga meningkatkan kualitas fokus. Apalagi jika kamu joging sambil menikmati udara sore menjelang berbuka, rasanya pasti akan lebih menyenangkan.
Manfaat joging saat puasa yang terakhir adalah membantu pola tidur yang lebih baik. Banyak orang mengalami perubahan pola tidur selama Ramadan.
Joging ringan ini dapat membantu tubuh merasa lebih "siap" untuk istirahat di malam hari. Namun, jangan lakukan terlalu dekat dengan waktu tidur, ya. Hal ini dapat membuat tubuh terlalu terstimulasi.
Ini menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan karena waktu sangat menentukan apakah joging saat puasa terasa ringan atau justru malah menyiksa.
Adapun rekomendasi waktu terbaik untuk joging saat puasa adalah sebagai berikut.
Menjelang berbuka adalah waktu favorit bagi banyak orang untuk joging. Sebab, jika merasa terlalu lemas setelah joging, kamu bisa segera berbuka.
Dengan begitu, tubuh bisa langsung rehidrasi dan risiko dehidrasi bisa lebih terkendali. Adapun durasi ideal untuk joging menjelang berbuka adalah 20-30 menit dengan pace santai.
Kalau kamu ingin joging dengan intensitas sedikit lebih tinggi, waktu setelah berbuka puasa bisa jadi pilihan yang aman. Namun, pastikan makanan sudah tercerna dengan baik dan tidak joging terlalu cepat setelah makan berat, ya. Waktu olahraga ini cocok buat kamu yang ingin latihan lebih optimal tanpa takut kekurangan energi.
Buat kamu yang punya jadwal padat di siang hari, joging setelah tarawih juga bisa menjadi pilihan. Namun, sebaiknya tidak dilakukan terlalu malam dan terlalu intens.
Kamu tetap harus memerhatikan waktu tidur. Hal ini karena kualitas istirahat tetap jadi hal yang penting.
Berikut ini adalah berbagai tips joging saat puasa yang perlu diperhatikan agar tetap aman.
Saat puasa, tubuh menahan lapar dan haus selama hampir 13 jam. Hal ini tentunya membuat tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk berolahraga dengan intensitas tinggi.
Oleh karena itu, memilih waktu yang tepat untuk joging saat puasa menjadi hal penting. Dengan begitu, tubuh akan tetap bugar meski sedang berpuasa.
Jika di hari biasa, kamu bisa minum kapan saja, maka saat puasa kamu hanya bisa minum saat sahur dan berbuka puasa. Inilah yang dapat membuat risiko dehidrasi ketika joging saat puasa menjadi lebih tinggi.
Jika kamu berencana untuk tetap olahraga meski sedang berpuasa, pastikan tetap terhidrasi dengan baik dari waktu berbuka puasa hingga sahur. Selain minum air putih, asupan cairan bisa kamu dapatkan dari buah-buahan atau yogurt.
Jangan lupa untuk selalu penuhi asupan nutrisi saat sahur dan berbuka. Kamu perlu memaksimalkan waktu makan tersebut dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar tidak lemas saat puasa.
Cobalah untuk perbanyak konsumsi makanan tinggi serat saat puasa, seperti buah-buahan dan sayuran agar kamu merasa kenyang lebih lama. Bukan cuma itu saja, hindari mengonsumsi makanan tinggi gula atau bertepung secara berlebihan. Sebab, jenis makanan ini cepat dicerna oleh tubuh dan bisa membuat kamu merasa lapar lebih cepat.
Melakukan pemanasan sebelum mulai joging dan pendinginan setelahnya adalah hal yang penting. Sebab, pemanasan bisa mempersiapkan tubuh kamu secara fisik dan mental untuk melakukan aktivitas fisik.
Sedangkan pendinginan juga perlu dilakukan agar tekanan darah dan detak jantung bisa turun secara bertahap. Setelah melakukan joging, kamu bisa akhiri dengan berjalan kaki selama sekitar lima menit.
Selain memenuhi asupan cairan, tips joging saat puasa selanjutnya adalah memastikan untuk memilih sepatu yang tepat. Gunakanlah sepatu lari yang nyaman dan pas di kaki kamu. Jangan sampai sepatumu kebesaran ataupun kekecilan untuk mengurangi risiko cedera.
Tips joging saat puasa berikutnya adalah dengan memerhatikan waktu tidur. Ketika berpuasa, kamu mungkin mengalami kurang tidur karena harus bangun di pagi hari untuk makan sahur.
Waktu tidur yang kurang bisa memengaruhi kerja metabolisme tubuh, sehingga kamu akan merasa lebih lemas dan tidak berenergi. Jadi, pastikan tubuh selalu mendapatkan waktu tidur selama 7-8 jam sehari.
Tenang saja, kamu bisa membaginya menjadi beberapa waktu kok. Misalnya, tidur selama 5 jam setelah salat tarawih, lalu tidur 1-2 jam setelah sahur. Bisa juga sempatkan tidur siang selama 20-30 menit. Dengan begitu, nantinya kamu bisa punya cukup energi joging keesokan harinya.
Jangan terlalu antusias untuk meningkatkan jarak tempuh hanya karena berhasil melakukan joging jarak jauh saat puasa kemarin. Sebab, latihan ini mungkin ini terlalu berat bagi tubuh.
Olahraga dengan intensitas berat saat puasa bisa membuat kamu merasa cepat lelah dan meningkatkan risiko cedera. Untuk itu, cobalah mulai joging secara perlahan dan batasi waktunya paling tidak sekitar 30 menit agar kamu tetap bisa mendapat manfaat joging saat puasa.
BACA JUGA: Tetap Olahraga Selama Puasa? Why Not! Ini Dia 4 Tipnya
Itu dia ulasan mengenai manfaat dan tips joging saat puasa yang penting untuk kamu ketahui. Pada dasarnya, joging saat puasa memang bisa memberi banyak manfaat.
Namun, kamu juga harus sadar bahwa aktivitas fisik selalu punya risiko, sekecil apa pun itu. Keseleo, cedera otot, atau bahkan insiden tak terduga bisa saja terjadi karena kondisi tubuh yang sedang dalam kondisi berbeda saat puasa.
Apalagi kalau kamu termasuk yang rutin olahraga, bukan cuma saat Ramadan saja. Di sinilah pentingnya proteksi tambahan berupa Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia.
Produk asuransi ini dirancang untuk memberi perlindungan terhadap risiko cedera saat berolahraga, termasuk aktivitas seperti joging yang terlihat ringan, tapi tetap punya potensi risiko.
Jadi, kamu bisa tetap fokus pada kesehatan dan kebugaran selama puasa. Kalau kamu ingin tahu manfaat lengkap dari detail perlindungan Asuransi Olahraga dari MSIG Indonesia, cek langsung informasi resminya di sini.