Jepang menjadi salah satu destinasi wisata luar negeri favorit wisatawan Indonesia. Mulai dari keindahan bunga sakura hingga budaya yang unik, Negeri Sakura ini menawarkan pengalaman liburan yang mengesankan. Namun sebelum berangkat, ada satu pertanyaan yang paling sering muncul, yakni sebenarnya berapa biaya ke Jepang yang perlu disiapkan?
Agar kamu bisa menyusun rencana perjalanan dengan lebih matang, artikel ini akan membahas estimasi biaya ke Jepang mulai dari tiket pesawat hingga makan. Yuk, simak panduan lengkapnya!
BACA JUGA: Musim Semi di Jepang! 7 Hidden Gems yang Wajib Dikunjungi!
Berikut adalah rincian estimasi biaya perjalanan yang bisa kamu jadikan panduan jika baru pertama kali liburan ke Jepang.
Sebelum membahas hal lain, dokumen perjalanan adalah tiket utamamu. Jika belum memiliki paspor, kamu harus membuatnya terlebih dahulu.
Saat ini sangat disarankan untuk membuat e-Paspor karena memberikan keuntungan bebas visa (Visa Waiver) ke Jepang bagi warga Indonesia. Adapun biaya pembuatan e-Paspor di imigrasi berkisar Rp650.000 untuk masa berlaku 5 tahun.
Bagi pemegang e-Paspor, kamu hanya perlu mendaftarkan Visa Waiver di VFS Global atau kedutaan secara gratis untuk 15 hari perjalanan. Namun, jika kamu menggunakan paspor biasa, kamu harus mengajukan Visa Single Entry yang biayanya sebesar Rp330.000 atau Visa Multiple Entry sebesar Rp660.000.
Tiket pesawat sering kali menjadi komponen pengeluaran terbesar dalam budget liburan ke Jepang. Sekarang sudah ada berbagai maskapai penerbangan komersial yang menawarkan rute langsung maupun transit dari Jakarta ke Tokyo atau Osaka.
Untuk mendapatkan harga terbaik, hindari high season, seperti musim semi saat bunga sakura mekar (Maret-April) atau libur akhir tahun. Secara umum, besaran estimasi harga tiket pesawat Pulang-Pergi (PP) sekitar Rp5.500.000 - Rp9.000.000 untuk kelas ekonomi.
Selain tiket pesawat, tempat menginap akan memakan porsi besar dari anggaranmu. Untuk kamu yang mengutamakan privasi dan kepraktisan, mencari kamar dengan konsep single-occupancy adalah opsi paling ideal di Jepang.
Opsi lainnya adalah kamar single di hotel bisnis berbintang tiga yang ukurannya terbilang ringkas namun sudah dilengkapi dengan kamar mandi dalam serta perlengkapan mandi yang sangat lengkap.
Untuk memudahkan mobilitas, segera beli kartu transportasi IC Card begitu mendarat di bandara. Nantinya, kamu tinggal melakukan tap saat masuk dan keluar stasiun tanpa perlu repot membeli tiket satuan setiap kali berangkat.
Jika rencana perjalananmu melibatkan perpindahan antarkota yang jauh, seperti dari Tokyo ke Kyoto atau Osaka, memanfaatkan armada kereta cepat adalah solusi paling efisien. Namun, tiket kereta antarkota ini cukup mahal.
Jadi, pertimbangkan untuk membeli tiket terusan khusus wisatawan asing (tourist pass) jika jadwal perpindahanmu sangat padat agar total biaya ke jepang bisa ditekan.
Salah satu penyelamat utama agar lebih hemat saat liburan ke Jepang adalah membeli makanan di minimarket lokal atau konbini. Di sana, kamu bisa menemukan bento, onigiri, roti, hingga ayam goreng hangat dengan kualitas rasa yang setara dengan restoran.
Untuk hidangan otentik seperti ramen, udon, atau donburi, kedai-kedai lokal atau restoran cepat saji khas Jepang menawarkan harga sekitar 500 hingga 1.000 Yen per porsi (sekitar Rp50.000 - Rp100.000).
Estimasi biaya liburan ke Jepang lainnya yang tidak boleh ketinggalan adalah masalah koneksi internet. Kamu memiliki tiga opsi, yaitu menyewa Pocket Wi-Fi (cocok jika traveling berkelompok), membeli SIM Card lokal turis, atau menggunakan paket roaming internasional.
Bagi kamu yang tidak ingin repot mengganti kartu SIM, mengaktifkan paket dari dalam negeri sangatlah praktis.
Jika kamu pengguna setia provider lokal, kamu bisa mengaktifkan paket roaming internasional melalui aplikasi jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan. Jadi, begitu pesawat mendarat, smartphone kamu akan langsung mendapatkan sinyal internet. Estimasi biaya untuk kebutuhan internet di Jepang sekitar Rp250.000 - Rp400.000.
Kabar baiknya, banyak destinasi wisata di Jepang yang dapat kamu nikmati secara gratis. Taman-taman yang indah, kuil bersejarah seperti Fushimi Inari, hingga distrik perbelanjaan seperti Dotonbori dan Harajuku bebas kamu kunjungi secara gratis.
Kamu hanya perlu menganggarkan budget khusus jika ingin masuk ke taman hiburan, museum interaktif, atau dek observasi berbayar.
Sedangkan untuk urusan oleh-oleh, minimarket diskon dan toko serba seratus yen adalah surga berbelanja hemat. Kamu bisa memborong camilan rasa matcha, skincare, hingga pernak-pernik lucu tanpa membuat dompet menipis.
Buat kamu yang ingin liburan ke Jepang dengan biaya lebih hemat, bisa coba beberapa tips berikut ini.
BACA JUGA: Jepang yang Tenang: Destinasi Wisata Musim Gugur buat Introvert
Menghitung biaya ke Jepang sejak awal akan membantu kamu menyusun itinerary yang lebih realistis dan nyaman. Selain menyiapkan anggaran, ada satu hal lain yang tidak kalah penting sebelum berangkat ke luar negeri, yaitu perlindungan perjalanan.
Selain menyusun itinerary dan menyiapkan berbagai kebutuhan perjalanan, jangan lupa lengkapi liburanmu dengan perlindungan yang sesuai agar perjalanan ke Jepang semakin nyaman. Perlindungan ini dapat membantu kamu menghadapi berbagai situasi tak terduga selama bepergian ke luar negeri, seperti perubahan jadwal perjalanan, kebutuhan akan layanan medis, maupun kendala pada bagasi.
Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia memberikan perlindungan selama kamu melakukan perjalanan internasional ke Jepang. Produk ini mencakup manfaat perlindungan kecelakaan, biaya pengobatan, hingga pembatalan perjalanan dan kehilangan bagasi.
Pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan perjalananmu dan nikmati liburan ke Jepang dengan lebih tenang bersama Asuransi Perjalanan dari MSIG Indonesia. Cek dan pilih produknya sekarang!