Ternyata Ini Penyebab Sering Mengantuk Saat Menyetir

Pernahkah kamu merasa mengantuk sesaat setelah mulai berkendara? Tenang, kamu tidak sendiri kok, karena cukup banyak orang yang juga mengalaminya. Tidak hanya itu, hal ini juga merupakan hal yang wajar terjadi.

Diperkirakan kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja untuk bisa tertidur saat kendaraan berjalan. Bahkan bisa lebih cepat ketika kamu berada dalam kondisi lelah akibat kerja berlebihan atau kurang tidur.

Menurut para peneliti yang melakukan penelitian mengenai hal tersebut, ini bisa terjadi akibat respon otak terhadap getaran yang terjadi dengan masuk ke dalam tahapan awal tidur yang pada akhirnya akan berkembang sehingga kamu benar-benar tertidur.

Tentunya hal ini tidak akan menjadi masalah jika kamu adalah penumpang di dalam mobil tersebut. Namun, bagaimana jika kamu bertindak sebagai pengendara?

Drowsy driving atau mengantuk saat menyetir merupakan hal yang banyak terjadi dan bahkan menjadi salah satu penyebab terjadinya banyak kecelakaan. Tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga di berbagai negara lain. Bahkan banyak kecelakaan yang terjadi akibat hal ini cukup fatal sehingga pemilik mobil harus mengajukan klaim asuransi mobil terbaik miliknya untuk biaya perbaikan kendaraan.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya drowsy driving, seperti:

  • Kelelahan
  • Kurang tidur
  • Berkendara sendiri
  • Berkendara di malam hari

Semua penyebab di atas dapat diatasi dengan menghindari berkendara saat malam hari dan beristirahat yang cukup sebelum perjalanan. Namun, bagaimana jika mengantuk yang terjadi adalah akibat dari getaran pada mobil seperti yang telah dijelaskan di atas?

Tentunya bukan hal yang mudah untuk mengatasinya karena penyebabnya adalah respon alami tubuh yang terjadi akibat kondisi di sekitar. Bahkan saat kamu dalam kondisi segar, sehat, dan tidak kelelahan sekali pun, rasa kantuk tersebut bisa saja datang. Itulah sebabnya, para peneliti masih terus berusaha untuk mencari frekuensi getaran yang tepat pada mobil agar efek kantuk ini tidak muncul. Sebab, masih berdasarkan pada sumber yang sama, para peneliti juga menyatakan bahwa ada beberapa frekuensi getaran tertentu yang justru memberi efek sebaliknya atau menghilangkan kantuk.

Maka apabila pengemudi tidak bisa menghindari rasa kantuk akibat getaran ini sebaiknya menepi dulu atau menggunakan bantuan supir agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.