Seperti Inilah Ramainya Erau Festival di Tenggarong

Keberagaman budaya di Indonesia adalah salah satu hal yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke negara ini. Alasannya, karena setiap kebudayaan memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri sehingga menarik untuk disaksikan. Bahkan, banyak yang dengan sengaja datang ke suatu daerah tertentu hanya untuk menyaksikan sebuah acara adat yang terbuka untuk umum, seperti pada Festival Erau di Tenggarong.

Festival Erau, adalah sebuah acara adat yang menyerupai pesta rakyat di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Festival ini diadakan setiap tahun dengan tujuan melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Kutai. Selain itu, ditujukan juga untuk menarik minat wisatawan asing maupun domestik agar berkunjung ke daerah ini. Bahkan, Festival Erau sudah terdaftar dalam kalender acara pariwisata nasional.

Erau sendiri berasal dari bahasa Kutai yaitu eroh yang berarti ramai, riuh, ribut, dan suasana penuh suka cita. Pada awalnya, Erau merupakan sebuah hajatan besar yang diselenggarakan oleh Kerajaan Kutai dengan mengundang seluruh tokoh masyarakat untuk menyaksikan pergantian atau pengangangkatan raja baru, dan juga pemberian gelar untuk rakyat yang berjasa pada kerajaan. Tidak hanya itu, Erau juga akan digelar oleh kerajaan dengan mengundang seluruh rakyat sebagai tanda terima kasih kerajaan pada rakyat yang telah mengabdi selama ini. Dalam acara yang berlangsung selama 40 hari tersebut, rakyat akan dijamu dengan berbagai macam sajian. Sementara rakyat, akan membawa dan memberikan hasil panennya kepada kerajaan sebagai rasa syukur karena mendapatkan hasil panen yang baik.

Saat ini, upacara adat tersebut sudah berubah fungsi dan tidak lagi terkait dengan seni budaya Keraton Kutai Kartanegara. Waktu penyelenggaraannya sendiri tidak berdasarkan suatu hal tertentu. Pada awal digelarnya Festival Erau sebagai pelestarian budaya, festival tersebut diadakan pada bulan September karena bertepatan dengan hari jadi Kota Tenggarong. Namun, kemudian diubah ke bulan Juli karena bertepatan dengan tanggal libur anak sekolah di Indonesia, sehingga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan yang berpartisipasi dalam festival ini. Untuk kegiatannya sendiri, jauh lebih meriah dari kegiatan terdahulu. Dalam festival ini, pengunjung akan dapat melihat berbagai penampilan ragam seni dan budaya yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Nah, untuk kamu yang tertarik menyaksikan langsung kemeriahannya, bisa mulai mencari tahu tanggal diselenggarakannya festival ini. Jangan lupa, daftarkan perjalanan kamu di Asuransi Liburan dari MSIG agar kegiatan liburanmu bebas dari berbagai risiko.