Mengenal Uniknya Adat dan Budaya Toraja di Ke’te Kesu

Toraja adalah salah satu daerah yang sangat terkenal masih memegang teguh ajaran leluhurnya. Meskipun begitu mereka membuka daerahnya untuk masyarakat umum yang ingin lebih mengenal adat mereka. Salah satunya adalah Desa wisata Ke’te Kesu, sebuah desa wisata yang berlokasi di Toraja Utara. Kelebihan yang dimiliki oleh desa ini tidak hanya terletak pada masyarakatnya yang masih sangat menghargai ajaran leluhur, tetapi juga pada keunikan budaya yang dimilikinya. Bahkan desa ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh UNESCO.

Hmm, jadi semakin penasaran dengan desa ini, ya? Nah, langsung saja yuk kita bahas, apa saja sih keunikan yang ada di desa ini.

  • Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat Toraja yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan alang sura atau lumbung padi. Namun arti dari kata Tongkonan sendiri adalah tempat duduk yang diambil dari kata tongkon. Zaman dulu, tidak semua orang bisa memanfaatkan Tongkonan karena hanya bangsawan saja yang boleh menjadikan Tongkonan sebagai tempat berkumpul. Meskipun begitu tidak ada yang boleh mengklaim Tongkonan sebagai miliknya pribadi karena wajib diwariskan secara turun temurun.

Di desa ini, kamu akan melihat Tongkonan yang berjajar rapi dan saling berhadapan. Keistimewaan dari Tongkonan di sini yaitu usianya yang diperkirakan sudah mencapai 300 tahun dan diwariskan secara turun menurun. Pada setiap Tongkonan terdapat pahatan dan ukiran yang indah, serta tanduk kerbau di bagian depan yang menunjukkan tingginya status sosial pemiliknya.

  • Penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukis

Desa ini merupakan daerah penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukis yang sudah sangat terkenal bahkan sudah diakui oleh dunia. Hal ini mungkin berkaitan dengan budaya masyarakat yang sering membuat Tau-Tau. Tau-tau sendiri yaitu patung yang digunakan untuk upacara pemakaman dalam adat Toraja. Tidak hanya itu saja, kemampuan mengukir masyarakatnya juga sering dimanfaatkan untuk mengukir peti mati ataupun rumah adat di Toraja.

  • Patane

Selain rumah adat ataupun rumah tinggal, di desa ini juga ada bangunan permanen yang dijadikan sebagai kuburan. Namun tidak semua orang bisa dikuburkan di dalam Patane karena ini merupakan makam keluarga. Ada setidaknya 4 buah Patane yang berdekatan di area jalan menuju pemakaman.

Wah, sepertinya menarik ya? Jika kamu berencana untuk berwisata ke desa adat ini, ada satu hal lagi yang tidak boleh kamu lewatkan, yaitu goa di balik bukit. Goa ini merupakan area pemakaman sehingga jangan heran jika kamu akan melihat banyaknya tulang belulang dan peti jenasah. Nah supaya aman saat berwisata, jangan lupa untuk melengkapi liburanmu dengan asuransi travel murah dan pastikan untuk selalu mengikuti arahan terkait aturan masyarakat daerah. Sebab desa yang masih memegang teguh ajaran leluhur biasanya memiliki aturan ketat mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Selamat berwisata.