Mandai, Kuliner Unik Kalimantan dari Kulit Cempedak

 

Selain keindahan alam, Indonesia terkenal dengan beragam kuliner unik yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Itulah sebabnya, banyak juga masyarakat Indonesia yang tetap memilih untuk wisata di dalam negeri daripada ke luar negeri. Apalagi jaraknya yang cenderung dekat dan mudah terjangkau membuat wisata domestik menjadi pilihan. Meskipun begitu, jangan lupa bahwa risiko tidak mengenal jarak, jadi ada baiknya jika kamu tetap melindungi perjalanan liburan dengan Asuransi liburan dalam negeri agar kegiatan wisata nyaman dan aman.

Nah, jika saat ini kamu sedang bingung menentukan daerah mana di Indonesia yang akan dikunjungi pada liburan kali ini, kamu bisa coba datang ke daerah Banjar, Kalimantan. Mengapa? Sebab, di sana ada sebuah kuliner unik yang mungkin belum pernah kamu coba sebelumnya, yaitu Mandai.

Mandai adalah salah satu jenis makanan khas Banjar yang dibuat dari buah cempedak. Bagi beberapa orang, buah cempedak sendiri mungkin termasuk buah yang asing. Sebab buah ini memang hanya ada di beberapa daerah saja, seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Di Pulau Jawa, ada beberapa daerah di mana buah ini dapat tumbuh dengan subur, seperti Jakarta, Depok, Bekasi, dan sekitarnya. Namun, daerah lain di Jawa mungkin belum pernah mengenal buah ini.

Buah cempedak memiliki bentuk seperti buah nangka tetapi dalam ukuran kecil, teksturnya juga mirip nangka hanya lebih lembut. Namun aroma buah ini menyerupai durian, yaitu memiliki aroma yang cukup menyengat. Daging buahnya bisa dikonsumsi secara langsung ataupun dengan cara diolah terlebih dahulu. Misalnya dilumuri tepung dan kemudian digoreng menjadi cempedak goreng.

Lalu, bagaimana dengan Mandai?

Untuk makanan khas yang satu ini tidak memanfaatkan daging buahnya melainkan kulit buahnya. Cara pengolahannya yaitu:

  1. Bersihkan kulit luar cempedak yang agak keras dan berduri. Pastikan seluruh lapisan kulit luar telah bersih dan hanya menyisakan bagian dalamnya saja.
  2. Potong kulit cempedak sesuai dengan selera.
  3. Rendam kulit cempedak di dalam air garam. Untuk waktu perendaman bisa beberapa hari ataupun satu bulan tergantung selera.
  4. Setelah lunak, maka Mandai bisa diproses lebih lanjut sesuai selera. Misalnya kamu bisa membuat oseng-oseng atau jenis makanan lainnya.

Mandai yang direndam dalam air garam bisa bertahan hingga satu tahun karena garam bersifat sebagai pengawet alami. Namun, jika kamu tidak sabar ingin mengolah Mandai tanpa perlu menunggu proses perendaman, kamu bisa memotong-motong kulit cempedak dan langsung menggorengnya dengan hanya menaburkan garam sebagai bumbu. Makanan ini bisa dijadikan camilan saat berkumpul dengan keluarga.

Hmm, terlihat mudah kan cara membuatnya? Meskipun begitu, mencoba Mandai asli buatan masyarakat Kalimantan pasti akan memberikan sensasi yang berbeda. Jadi, pastikan kamu mencobanya saat berwisata ke daerah tersebut, ya!