Kenali Adat Suku Dayak Lebih Dalam di Desa Pampang, Samarinda

Mau belajar budaya berbagai suku di Indonesia lebih dalam? Caranya tidak sulit kok, kamu bisa berkunjung ke desa adat sesuai dengan suku yang ingin dipelajari. Saat ini, cukup banyak suku di Indonesia yang sudah membuka kehidupannya untuk para wisatawan, salah satunya yaitu suku Dayak yang ada di Samarinda.

Untuk mempelajari kebudayaan serta cara hidup suku Dayak yang terkenal, kamu bisa datang ke Desa Pampang yang berlokasi di Jalan Poros Samarinda-Bontang KM 5. Memang sih, untuk menuju ke lokasi ini dibutuhkan perjuangan karena kamu harus menempuh perjalanan jauh dari pusat kota Samarinda yang berjarak sekitar 23 kilometer. Akan tetapi, bagi kamu yang menyukai wisata budaya, perjuangan ini tentu bukanlah masalah. Kalau kamu ingin merasa lebih tenang saat menempuh perjalanan panjang ini, ada baiknya jika kamu membeli asuransi liburan dalam negeri terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan. Dengan begitu, kamu dapat terhindar dari berbagai kerugian finansial jika seandainya kamu mengalami risiko saat menempuh perjalanan panjang tersebut, atau selama liburan.

Nah, begitu sampai di desa adat ini, kamu dapat langsung melihat rumah khas suku Dayak, yaitu Rumah Lamin. Rumah Lamin sendiri adalah rumah khas tradisional masyarakat Dayak yang memiliki ukuran sangat besar, bisa mencapai panjang 300 meter dan lebar 15 meter. Untuk tinggi rumahnya, tidak lebih dari 3 meter. Bisa dikatakan, Rumah Lamin ini adalah rumah panggung yang saling menyambung jadi satu. Karena ukurannya yang sangat luas, Rumah Lamin ini ditinggali oleh beberapa keluarga. Bahkan, ada yang bisa dihuni hingga belasan keluarga.

Ada beberapa bagian yang pasti dimiliki oleh Rumah Lamin, yaitu:

  • Karena bentuknya adalah rumah panggung, jelas rumah ini memiliki tangga sebagai akses masuk ke dalamnya. Tangga yang ada di Rumah Lamin semua sama, tidak berbeda antara rakyat biasa maupun bangsawan.
  • Patung Blontang. Patung Blontang adalah patung yang menggambarkan dewa-dewa sebagai penjaga rumah ataupun kampung. Patung ini berada di sekeliling Rumah Lamin.
  • Kepala naga di atap rumah. Pada bagian ujung atap rumah, kamu akan melihat hiasan berupa kepala naga yang dianggap sebagai simbol keagungan, budi luhur, dan kepahlawanan.

Mengenai masyarakat yang berada di desa budaya ini, semuanya adalah suku Dayak asli. Laki-laki yang ada di desa ini memiliki tato dengan pola tanaman dan hewan. Tato ini menjadi tanda strata sosial seseorang. Sementara untuk para wanitanya, memiliki telinga yang panjang karena menggunakan pemberat logam. Proses memanjangkan telinga ini dilakukan sejak lahir.

Untuk kamu yang ingin puas merasakan semua kebudayaan suku Dayak, ada baiknya jika datang sebelum hari Minggu jam 14.00 – 15.00 WITA. Sebab, pada waktu tersebut akan digelar tarian adat khas suku Dayak. Jadi, pastikan untuk datang diwaktu yang tepat agar tidak menyesal, ya!