Ini Beda Endemi, Epidemi dan Pandemi Serta Aturan Perlindungan Asuransi Untuk Hal Tersebut

Pandemi menjadi satu topik yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat di seluruh belahan dunia. Penyebabnya adalah pernyataan resmi WHO (World Health Organization) melalui situs resminya pada tanggal 12 Maret 2020 yang mengategorikan COVID-19 sebagai pandemi. Keputusan WHO tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan setelah melalui proses analisa dan penilaian terhadap situasi yang terjadi saat ini di seluruh dunia akibat dari hadirnya COVID-19.

Ya, istilah pandemi saat ini memang menjadi hal yang umum digunakan saat membicarakan COVID-19. Namun, tahukah kamu apa sebenarnya pandemi itu? Dan apakah perbedaannya dengan endemi serta epidemi? Meskipun ketiganya terdengar mirip, sebenarnya semua memiliki makna berbeda tergantung pada tingkat keparahannya.

Supaya tidak salah dalam menggunakan istilah tersebut, berikut ini adalah penjelasannya.

  • Istilah ini digunakan pada penyakit tertentu yang menyerang suatu wilayah (redundan tertentu dan menetap lama. Pada dasarnya, penyakit yang tergolong endemi bisa saja menyerang orang lain juga yang berada di wilayah lainnya. Sebagai contohnya, HIV dan malaria termasuk ke dalam endemi bagi beberapa wilayah di Afrika.
  • Istilah ini digunakan untuk wabah penyakit yang menyerang masyarakat di satu waktu sama atau berdekatan dalam wilayah geografis luas dan memengaruhi populasi. Epidemi umumnya adalah wabah penyakit yang dapat menular dengan tingkat penyebaran cukup tinggi.
  • Pandemi merupakan tingkat terakhir dan kondisi yang sudah sangat parah karena wabah penyakit menyerang hampir atau bahkan seluruh negara di dunia, seperti kasus COVID-19 saat ini. Jadi bisa dikatakan bahwa pandemi adalah epidemi yang sudah menyebar luas. Istilah ini tidak boleh digunakan secara sembarangan karena bisa menyebabkan ketakutan dan kepanikan.

Lalu, bagaimanakah aturan perlindungan asuransi untuk kasus penyakit yang tergolong endemi, epidemi, dan pandemi?

Setiap asuransi memberikan ketentuan yang berbeda terkait perlindungannya untuk kamu yang terinfeksi virus ini. Sebagian besar asuransi perjalanan tidak menanggung biaya pengobatan untuk sakit yang terjadi saat kamu mengunjungi wilayah yang masuk ke dalam area endemi atau epidemi. Sementara untuk pandemi seperti COVID-19 yang terjadi saat ini, ada beberapa produk asuransi yang memberikan perlindungan dengan persyaratan tertentu, salah satunya membeli polis perlindungan tambahan. Namun, ada juga perusahaan asuransi yang tidak memberikan perlindungan pada seseorang yang positif COVID-19 sejak WHO mengumumkan wabah penyakit ini termasuk ke dalam pandemi.

Demi keamanan dan kenyamananmu, ada baiknya jika kamu mencari informasi terlebih dahulu apakah produk asuransi yang akan dibeli menanggung kerugian yang terjadi akibat COVID-19 atau tidak. Jadi baik kamu maupun perusahaan asuransi tidak ada yang merasa dirugikan ketika suatu saat terjadi klaim akibat pandemi ini.