Fakta Unik Tentang Budaya di Jepang

 

Ada banyak hal menarik di Jepang yang membuat banyak sekali wisatawan dari berbagai negara tertarik datang ke sana. Dari mulai keindahan alam, makanan, dan yang tidak kalah menarik adalah kebudayaan yang masih cukup kental di Jepang.

Meskipun Jepang bisa dikatakan negara yang sangat modern, kenyataannya masyarakatnya masih memegang teguh beberapa tradisi dan kebudayaan yang sudah berlangsung lama. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Seiza

Seiza merupakan cara duduk yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang di berbagai acara formal, seperti saat berada di kuil, upacara pemakaman, dan upacara minum teh. Seiza dilakukan di atas tatami dan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Bagi yang tidak terbiasa melakukannya, Seiza akan membuat kaki terasa pegal, kesemutan, hingga sakit. Pada saat melakukan Seiza, lutut hingga permukaan atas kaki harus berada dalam posisi garis lurus, dan menumpukan bagian bokong di atas permukaan kaki. Untuk kamu yang sudah memiliki asuransi liburan dan tertarik datang ke Jepang tidak perlu khawatir, karena sebagai pendatang kamu hanya perlu melakukan Seiza saat berpartisipasi dalam kegiatan doa di kuil, tetapi boleh sedikit mengubahnya agar lebih nyaman.

Meskipun sulit, tetapi ternyata banyak masyarakat Jepang yang sudah terbiasa duduk dengan posisi ini sehingga bisa melakukannya dalam waktu lama. Bahkan mereka juga tetap duduk dalam posisi ini dalam kesehariannya.

 

  • Membungkuk

Untuk kamu yang sering menonton dorama atau anime Jepang, pasti sudah tahu bahwa Jepang memiliki kebiasaan memberi hormat dengan membungkukkan badan atau membungkuk. Namun, tahukah kamu bahwa ternyata membungkuk yang dilakukan di Jepang tidak sesederhana yang terlihat? Bahkan beberapa perusahaan ada yang memberikan pelatihan khusus pada karyawannya terkait kebiasaan ini.

Ada tiga tipe dalam kebiasaan membungkuk di Jepang, yaitu informal, formal, dan sangat formal. Semakin tinggi tingkatan tujuannya, maka akan semakin dalam posisi membungkuk yang dilakukan.

Tidak hanya sudutnya saja yang harus diperhatikan, tetapi juga beberapa etika lain. Misalnya, seperti perbandingan jabatan, lama waktu melakukan membungkuk, dan sebagainya. Selain itu, membungkuk juga sering dilakukan ketika seseorang meminta maaf.

  • Yukata

Yukata merupakan pakaian tradisional Jepang yang sangat umum digunakan oleh masyarakat Jepang saat datang ke festival. Pada awalnya, yukata sebenarnya hanya digunakan sebagai bathing cloth atau pakaian yang digunakan setelah mandi. Sampai saat ini, yukata masih aktif digunakan oleh warga Jepang setelah mandi di Onsen (pemandian air panas). Penggunaan yukata sebagai bathing cloth bukan tanpa alasan, yaitu karena bahannya yang bisa menahan kelembapan kulit dan penggunaannya juga mudah dalam menutup seluruh tubuh. Namun saat ini penggunaan yukata semakin meluas seiring dengan desain dan motifnya yang semakin beragam dan fashionable. Perbedaan dari yukata yang digunakan pada onsen dan festival adalah pada bagian obi dan cara menggunakannya. Yukata pada onsen menggunakan obi yang diikat biasa dan penggunaannya juga tergolong sederhana. Sementara untuk yukata pada festival, obi memiliki beragam motif dan akan dibuat menyerupai pita pada bagian belakang agar terlihat semakin menarik.

Ternyata sesuatu yang terlihat biasa memiliki banyak aturan di baliknya. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa menambah pengetahuanmu tentang negara sakura ini, ya!