Chefchaouen Si Kota Biru di Maroko

Sebuah tulisan pada halaman web Yale University Press menyatakan bahwa pariwisata Maroko masa kini tidak muncul begitu saja. Sebab, ikon-ikon wisata Maroko saat ini terbentuk dari satu demi satu sejarah Maroko di masa lampau. Salah satu destinasi wisata Maroko yang dimaksud adalah Kota Chefchaouen.

Terletak di barat laut Maroko, tepatnya di ketinggian 564 mdpl, Kota Chefchaouen berdiri dan bersinar terang seperti langit di siang hari. Kota di kaki Pegunungan Rif ini pertama kali dibangun oleh Moulay Ali ibn Rashid al-Alami sebagai benteng pertahanan di masa peperangan melawan invasi Spanyol atas Maroko pada 1471. Moulay Ali dan pengikutnya, bersama dengan suku Ghomara yang merupakan penduduk asli kota tersebut, serta orang-orang Moriscos dan Yahudi yang berdatangan kemudian, hidup berdampingan di kota ini hingga tahun 1920. Percampuran latar belakang kelompok inilah yang turut membentuk pariwisata Maroko saat ini.

Chefchaouen—atau oleh masyarakat setempat disebut Chaouen—dikenal dunia sebagai “kota biru”. Meski tidak ada catatan sejarah yang pasti tentang kapan fenomena ini dimulai, seluruh bangunan di Kota Chefchaouen hingga kini memiliki warna biru—yang bervariasi dari muda hingga tua. Alasan tentang mengapa kota ini bisa berwarna biru seluruhnya pun tidak diketahui pasti. Pasalnya, terdapat beberapa pemahaman yang beredar di masyarakat, seperti:

  • Kepercayaan pemeluk agama Yahudi

Dalam keyakinan agama Yahudi, warna biru adalah representasi dari langit—atau bila ditelusuri secara mendalam—memiliki keterkaitan dengan Tuhan. Sehingga, pemeluk agama Yahudi mengecat bangunan rumah dan menggunakan pakaian (termasuk alas sembayang) mereka dengan warna-warna biru. Sebagian penduduk Chaouen meyakini bahwa inilah alasan mengapa kota mereka berwarna serba biru.

 

  • Melindungi dari nyamuk

Sebagian penduduk lainnya memiliki keyakinan bahwa alasan tempat tinggal mereka berwarna biru untuk melindungi diri dari nyamuk. Yup, segelintir orang percaya jika warna biru yang tampak seperti warna genangan air dapat mengusir nyamuk dari sekitar mereka. Oleh karenanya, mereka mengecat rumah-rumah dengan warna biru.

  • Merepresentasikan biru air Laut Mediterania dan Air Terjun Ras El-Maa

Sekelompok orang lainnya berpendapat bahwa warna biru di tembok rumah mereka ialah bentuk representasi dari Laut Mediterania, yang terletak sekitar 32 kilometer dari kota tersebut. Pun sebagian orang lain meyakini jika warna biru di tembok rumah mereka dimaksudkan untuk merepresentasikan warna biru Air Terjun Ras El-Maa, yang merupakan sumber mata air penduduk setempat.

Ragam alasan di atas mungkin terdengar unik. Meski begitu, keindahan Kota Chefchaouen adalah suatu hal yang sayang sekali kamu lewatkan jika berkunjung ke Maroko. Ragam biru di Chaouen memang daya tarik utama kota ini. Namun, sebetulnya ketenangan, keunikan lain, serta kudapan-kudapan khas Chaouen adalah hal-hal menarik lain yang bisa kamu temukan di sini. Selamat menjelajah dan jangan lupa lengkapi perjalanan kamu dengan asuransi perjalanan, ya!