Awas, Kebiasaan Ini Meningkatkan Risiko Kebakaran Rumah

Tak ada seorangpun yang ingin mengalami musibah kebakaran. Sekalipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kerugian materi yang dirasakan pasti tidaklah sedikit. Dari mulai kehilangan tempat tinggal, perabot serta elektronik yang ada di dalamnya, juga berbagai dokumen penting seperti sertifikat dan yang lainnya.

Sayangnya, cukup banyak musibah kebakaran yang terjadi ternyata disebabkan oleh human error. Artinya, Anda sebenarnya bisa terhindar dari musibah tersebut jika lebih berhati-hati dan tidak melakukan beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran rumah, seperti:

  • Masak sambil melakukan aktivitas lain

Ada beberapa jenis masakan yang membutuhkan waktu cukup lama untuk matang. Sambil menunggu, seringkali Anda melakukan beberapa aktivitas lainnya. Sebenarnya hal ini boleh saja dilakukan, asalkan Anda tidak melupakan masakan Anda. Namun, yang sering terjadi justru Anda akan melupakan masakan karena terlalu fokus dengan kegiatan sambilan tersebut. Akibatnya, suhu masakan terlalu tinggi dan akan berisiko menyebabkan terjadinya kebakaran. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, Anda bisa mengatur alarm sebagai pengingat kapan harus mematikan kompor.

 

  • Membuang puntung rokok di dalam rumah

Anda yang memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah dan membuang puntungnya di tempat sampah dalam rumah, sebaiknya mulai ubah kebiasaan ini. Sebab, seringkali kebakaran terjadi akibat Anda tidak menyadari bahwa puntung rokok yang dibuang masih menyala. Padahal, di dalam tempat sampah terdapat banyak barang, dari mulai yang sulit terbakar hingga mudah terbakar. Hal ini akan menyebabkan munculnya api di area tempat sampah dan berisiko merembet ke area lain di sekitarnya jika tidak segera diatasi.

 

  • Menyalakan lilin di area benda mudah terbakar

Anda yang punya hobi menikmati aroma terapi, patut waspada dengan kebiasaan ini. Ada baiknya, Anda menyediakan sebuah tempat khusus untuk meletakkan lilin aroma terapi yang akan dinyalakan, dan pastikan bahwa lokasinya jauh dari berbagai benda mudah terbakar. Hal ini juga berlaku untuk rumah yang menyalakan lilin saat mati listrik. Tidak hanya itu, ada baiknya jika Anda menjauhkan lilin ketika ingin tidur. Sebab, tidak menutup kemungkinan lilin akan tersenggol dan mengenai benda mudah terbakar di sekitarnya.

 

  • Penggunaan kabel yang sudah tidak layak

Bukan hal yang mudah untuk mengetahui apakah kabel yang digunakan dalam instalasi listrik masih layak atau tidak. Sebab, kabel ini biasanya berada di area plafon dan tidak terlihat. Meskipun begitu, ada baiknya jika sesekali Anda melakukan pengecekan terhadap kabel tersebut, apalagi jika Anda merasa listrik di rumah bermasalah. Pada beberapa jenis instalasi, kabel listrik yang terkelupas atau tidak layak pakai, akan membuat listrik menjadi turun saat dinyalakan. Namun, banyak juga yang menyebabkan korsleting listrik dan menimbulkan panas di area sekitarnya. Jika tidak segera di atasi, panas ini akan menimbulkan percikan api dan menyebabkan kebakaran rumah.

Risiko terjadinya musibah kebakaran dapat diminimalisir dengan menghindari berbagai kebiasaan di atas. Akan tetapi, ada baiknya jika Anda tetap menggunakan asuransi kebakaran untuk melindungi properti serta berbagai harta benda di dalamnya. Sebab, musibah ini bisa juga terjadi akibat hal lain, seperti kebakaran di rumah sekitar Anda. Dengan asuransi ini, setidaknya dapat bantu mengurangi kerugian finansial yang Anda derita.