3 Mitos Perawatan Mobil yang Patut Diwaspadai

Melakukan perawatan mobil adalah hal yang wajib bagi pemiliki mobil agar performa mobil selalu dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan pun. Namun sayangnya, para pemilik mobil masih sering melakukan mitos-mitos yang salah mengenai perawatan mobil. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Tekanan ban

Banyak orang yang percaya bahwa tekanan ban yang tepat adalah lebih tinggi daripada yang seharusnya. Alasannya karena kendaraan akan menjadi lebih irit bahan bakar. Padahal, tekanan pada ban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan daya cengkeramnya terhadap jalan menjadi berkurang. Sementara itu, jika tekanan terlalu rendah juga dapat menyebabkan kecelakaan akibat ban tidak menempel sempurna pada velg sehingga berisiko lepas saat mobil digunakan. Jika sudah begini, kamu dapat memanfaatkan asuransi mobil untuk menanggung kerusakan mobil karena kecelakaan. Agar kejadian tersebut tidak terjadi, hal yang paling tepat adalah menggunakan tekanan ban sesuai dengan ketentuan dalam buku manual saat berkendara dengan beban normal dan menambah tekanan angin saat beban lebih berat.

Setelah bertanya dengan UW Motor, sebaiknya narasi tentang ban ini tidak ditampilkan. Alasannya kecelakaan yang terjadi akibat tekanan ban itu sulit untuk dibuktikan, kecuali mobil yang digunakan adalah buatan terbaru sehingga sudah computerized semua datanya, termasuk tekanan ban bisa dideteksi.

  1. Ganti oli

Sebagian besar pengguna mobil melakukan ganti oli setiap 5.000 km. Padahal tidak harus selalu seperti itu, loh! Kamu harus tetap menyesuaikan dengan kondisi, seperti waktu dan juga kualitas oli. Jika oli yang kamu gunakan memiliki kualitas bagus dan bukan campuran, maka bisa kamu ganti hanya setiap 10.000 km sekali. Namun, jika oli yang digunakan bukan full sintetik, maka tetap disarankan untuk menggantinya setiap 5.000 km. Hal lain yang perlu diperhatikan, jika mobil kamu termasuk jarang digunakan, maka lihat pada buku manual aturan penggantian oli berdasarkan waktu, bukan berdasarkan jarak.

  1. Bahan bakar

Banyak yang menganggap dengan menggunakan bahan bakar tinggi oktan akan membuat mesin lebih awet sehingga tidak perlu sering melakukan perawatan berkala. Hal tersebut salah besar! Memang bensin dengan oktan tinggi memiliki kualitas yang baik. Namun, kamu tetap disarankan untuk menggunakan bensin sesuai dengan yang tercantum pada buku manual. Sebab pabrik sudah menyesuaikan kondisi mesin dengan kualitas bensin yang disarankan. Selain itu, penggunaan bensin dengan oktan tinggi tidak mempengaruhi waktu perawatan berkala mobilmu. Kamu tetap harus melakukan perawatan sesuai dengan waktu yang tercantum pada buku manual.

Ada sangat banyak mitos atau kepercayaan masyarakat seputar perawatan mobil lainnya. Beberapa di antaranya sebenarnya bukanlah mitos, melainkan perawatan yang harus dilakukan pada mobil lama tetapi tetap dilakukan pada mobil baru. Padahal teknologi pada mobil baru membuat beberapa hal tersebut tidak lagi diperlukan. Misalnya saja seperti memanaskan mobil selama 15 menit pada pagi hari sebelum digunakan. Perawatan ini memang diperlukan jika kamu menggunakan mobil lama, tetapi untuk mobil baru, memanaskan mobil cukup 1 sampai 2 menit saja.

Begitu banyaknya perubahan tentang cara perawatan mobil saat ini akibat adanya perkembangan teknologi, sebagai pemilik mobil, kamulah yang harus aktif mencari tahu. Baca dan pelajari buku manual mobil agar perawatan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan dari pabrik. Dengan begitu, mesin mobil akan semakin awet dan performa mobil dapat maksimal.