Cicipi Nikmatnya Menu Buka Puasa di Berbagai Negara Ini

Selain kesempatan untuk lebih giat beribadah, salah satu hal yang ditunggu-tunggu saat bulan puasa adalah menu berbuka yang bervariasi. Kalau di Indonesia, terdapat berbagai menu khas seperti kolak pisang, es buah, gorengan, dan jajanan pasar lainnya. Namun, bukan hanya Indonesia saja lho, yang menyajikan menu khas saat berbuka puasa. Di berbagai belahan bumi lainnya juga terdapat banyak hidangan khas dan nikmat untuk berbuka puasa. Yuk, intip!

  • Piyaji, Bangladesh

Ternyata bukan hanya masyarakat Indonesia saja yang gemar berbuka puasa dengan gorengan. Di Bangladesh, terdapat sebuah makanan khas yang bernama Piyaji. Makanan ini sekilas memang tampak seperti gorengan biasa. Akan tetapi, bahan dasar yang digunakan cukup unik. Piyaji terbuat dari kacang lentil dan bawang serta cabai hijau yang dicincang. Piyaji biasanya disebut juga dengan Onion Pakoda. Bagi penggemar gorengan yang gurih dan sedikit pedas, pasti Piyaji akan jadi hidangan favorit saat berbuka!

  • Aseeda, Sudan

Sudan merupakan negara yang terletak di timur laut benua Afrika. Sudan juga merupakan negara terbesar ketiga di Afrika yang sebagian besar ditempati oleh penganut agama Islam. Jadi, tak heran kalau di Sudan juga terdapat berbagai makanan khas yang disajikan pada bulan Ramadan. Salah satu makanan yang dinanti untuk berbuka puasa adalah Aseeda. Sajian ini terbuat dari adonan tepung gandum yang tampilannya menyerupai donat. Aseeda biasanya disajikan dengan topping madu dan butter, sehingga bercita rasa manis dan sedikit gurih. Hmm, tertarik untuk mencoba?

  • Harira, Maroko

Maroko juga punya cara tersendiri untuk menikmati buka puasa. Biasanya, masyarakat di sana menyediakan berbagai sajian seperti kurma dan beberapa makanan manis untuk berbuka. Salah satu menu utama yang paling ditunggu-tunggu adalah Sup Harira. Sup ini terbuat dari kacang lentil dan saus tomat. Biasanya Sup Harira dinikmati dengan roti isi khas Maroko.

  • Arroz Caldo, Filipina

Beralih ke belahan Asia Tenggara, Filipina juga punya menu favorit untuk berbuka puasa. Makanan khas Filipina ini bernama Arroz Caldo yang tampak seperti sup ayam dengan tekstur yang lebih kental dan aroma yang lebih kuat. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Arroz Caldo di antara lain adalah bawang putih bakar, daun bawang, bahkan bumbu jahe. Rasanya yang kuat dan hangat memang sangat cocok menjadi sajian utama saat berbuka.

Hmm, pasti kamu penasaran bagaimana rasa hidangan khas buka puasa di atas, bukan? Daripada hanya membayangkannya, lebih baik langsung saja kunjungi negara-negara tersebut saat bulan Ramadan! Dengan asuransi perjalanan terbaik, kamu tidak perlu takut menanggung kerugian atas risiko perjalanan yang mungkin dihadapi. Pastinya akan sangat seru kalau kamu bisa mencicipi makanan khas negara lain sambil berwisata selama bulan Ramadan!

Beberapa Negara Ini Punya Tradisi Berbeda Saat Rayakan Idul Fitri

Indonesia bukan satu-satunya negara yang merayakan Hari Raya Idul Fitri. Jelas saja, karena hari raya ini merupakan sebuah hari kemenangan bagi semua umat Islam di seluruh dunia, setelah sebulan berpuasa. Di Indonesia sendiri, ada sebuah tradisi yang akan selalu ada setiap tahunnya menjelang Idul Fitri, yaitu tradisi mudik. Meskipun perjalanan mudik terasa melelahkan dan cukup berat, tetapi tetap saja tidak bisa ditinggalkan. Bahkan, sebagian orang melindungi perjalanan mudiknya dengan Asuransi Perjalanan Domestik agar merasa aman selama perjalanan.

Lalu, bagaimana dengan tradisi Hari Raya Idul Fitri yang ada di luar negeri ya?

Ternyata, beberapa negara juga punya tradisi yang berbeda saat merayakan Idul Fitri. Bahkan, tidak hanya negara dengan mayoritas muslim saja yang memiliki tradisi, tetapi juga negara dimana muslim menjadi minoritas. Nah, daripada penasaran, langsung saja kita bahas beberapa negara yang memiliki tradisi rayakan Idul Fitri berikut ini:

  • Turki

Di Turki, Idul Fitri disebut dengan “Bayram”. Untuk merayakan hari tersebut, mereka akan menggunakan pakaian khas yang dinamakan Bayramlik, dan kemudian saling mengucapkan salam satu sama lain. Salam tersebut bisa dikatakan sebagai ucapan lebaran dan berbunyi, “Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, “atau “Bayraminiz Mubarek Olsun”. Inti dari arti ketiga salam itu sebenarnya serupa, yaitu selamat merayakan Hari Raya Bayram.

Tidak hanya itu saja, pada hari tersebut juga diadakan festival gula. Ini adalah tradisi dimana mereka saling mengantarkan manisan satu sama lain. Selain itu, mereka juga melakukan tradisi sungkem sama halnya dengan di Indonesia. Hanya saja, setelah sungkem pada orangtua, orangtua akan membalasnya dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol sayang, dan menyerahkan hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan. Satu hal yang juga membedakan Idul Fitri di Turki yaitu, hanya pria yang pergi Shalat Ied di Masjid, sementara perempuan hanya akan berdiam di rumah.

  • Amerika serikat

Meskipun hanya sedikit jumlah muslim di negara ini, bukan berarti tidak ada perayaan apapun pada saat Idul Fitri. Memang, perayaannya tidak semeriah di negara lain dengan mayoritas muslim, tetapi justru itulah yang membuat hari Idul Fitri menjadi sangat berkesan. Umat muslim di Amerika Serikat akan mendapatkan berita datangnya Idul Fitri melalui telepon atau email. Kemudian mereka akan melaksanakan Shalat Ied berjamaah dan saling mengucapkan selamat serta saling mendoakan setelah shalat. Uniknya, karena muslim di negara ini biasanya adalah imigran, maka pakaian yang dikenakan akan beragam sesuai dengan tradisi negaranya.

  • China

Di negara ini, hari raya Idul Fitri dirayakan dengan mengunjungi makam leluhur dan berdoa. Tradisi doa ini dilakukan untuk mengenang dan menghormati ribuan muslim yang meninggal pada zaman Dinasti Qing dan selama revolusi kebudayaan. Untuk tradisi lainnya, tidak berbeda jauh dengan Indonesia, yaitu Shalat Ied dan bersilaturahmi.

  • Pakistan

Di negara ini, Idul Fitri dirayakan sejak malam sebelumnya, yaitu dengan pergi ke bazaar bersama keluarga. Bazaar ini, juga dijadikan tempat untuk memberikan zakat mal atau zakat harta kepada yang kurang mampu, agar dapat merayakan Idul Fitri. Selain itu, para wanita biasanya akan saling menghias tangan mereka dengan henna. Saat Idul Fitri, semua akan menggunakan pakaian bersih dan bagus untuk Shalat Ied. Setelah itu, anak-anak akan menyambut orangtuanya sambil memberi ucapan Selamat Idul Fitri.

Meskipun ada beberapa yang berbeda, ternyata perayaan setiap negara pasti memiliki satu kesamaan, yaitu silaturahmi setelah Shalat Ied. Bagaimana dengan daerahmu, apakah ada tradisi khusus yang dilakukan untuk merayakan hari kemenangan ini?

Binarundak, Tradisi Hari Lebaran di Sulawesi Utara

Mungkin tidak semua daerah memiliki tradisi khusus untuk merayakan Hari Lebaran selain tradisi silaturahmi setelah Shalat Ied. Namun, ada beberapa daerah di Indonesia yang memiliki sebuah tradisi khusus yang dilakukan hanya saat Idul Fitri saja. Ada yang dilakukan tepat di hari Idul Fitri, ada juga yang dilakukan beberapa hari setelahnya, seperti tradisi Binarundak di Sulawesi Utara.

Tradisi ini dinamakan Binarundak karena kegiatan yang dilakukan adalah membakar binarundak atau lemang. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun pada hari ketiga setelah lebaran oleh warga di Kota Kotamobagu. Sebenarnya, tradisi ini bukanlah sebuah tradisi turun temurun, hanya saja sudah dilakukan secara rutin beberapa tahun belakangan. Hingga saat ini, tradisi Binarundak sudah dianggap menjadi kebiasaan yang harus dilakukan. Bahkan, tradisi ini sudah menjadi ikon dan didirikan sebuah Tugu Binarundak setinggi 18 meter yang diresmikan oleh Walikota Kotamobagu pada 2 Agustus 2014 yang lalu.

Tradisi Binarundak dimulai sejak pagi hari. Para wanita akan terlihat mulai sibuk meracik bumbu dan beras ketan yang akan dibakar dalam bambu nanti. Sementara untuk para pria, akan menyiapkan tempat pembakaran binarundak, termasuk apa saja yang dibutuhkan untuk membakar nanti. Sebelum bambu diisi dengan beras ketan, bagian dalam bambu akan dilapisi oleh daun pisang terlebih dahulu. Rasa binarundak ini sangat gurih karena terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan dan rempah-rempah. Untuk proses pembakarannya sendiri, membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Selama proses pembakaran, bambu harus sering diputar agar pembakaran dapat merata ke seluruh sisi bambu.

Tradisi ini terus dipertahankan karena suasana yang dirasakan oleh warga saat melakukan kegiatan pembakaran binarundak. Sebab, banyak warga yang merantau ke daerah lain dan baru pulang saat lebaran. Dengan adanya tradisi ini, semua warga yang merantau akan dapat saling berbaur bersama dan saling bersilaturahmi.

Jika kamu tertarik ingin merasakan keakraban warga dan sekaligus mencicipi nikmatnya binarundak bakar ini, coba saja datang ke Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Kamu bisa menambah kenalan baru dengan mengobrol bersama warga disana. Jangan lupa, lindungi perjalanan kamu dan keluarga dengan Asuransi Perjalanan Keluarga agar perjalanan kamu terasa aman dari risiko finansial. Apalagi, pada masa lebaran, melakukan perjalanan akan lebih berisiko dibandingkan dengan waktu lain karena tingkat kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi. Jadi, membeli Asuransi Perjalanan Keluarga adalah pilihan yang tepat.

Tips Mencari Makanan Halal Ketika Berlibur ke Luar Negeri

Salah satu tantangan saat pergi ke luar negeri adalah mencari makanan yang sesuai. Sesuai dengan budget, mapun dengan selera. Nah, khusus para muslim, ada satu syarat tambahan yang perlu diperhatikan ketika mencari makan nih, yaitu apakah makanan tersebut halal atau tidak. Jangan sampai karena tidak bisa membedakannya, kamu justru terjebak dan mengonsumsi makanan yang tidak halal, lho. Cara untuk mencari makanan halal di luar negeri cukup mudah kok, coba terapkan beberapa tips di bawah ini!

  • Cari info sebelum keberangkatan

Supaya lebih mudah menemukan makanan halal di destinasi liburanmu nanti, sebaiknya carilah info soal makanan halal sebelum keberangkatan. Tentunya informasi soal jalan-jalan dan makanan halal cukup mudah didapatkan di era digital seperti sekarang. Kamu bisa membaca berbagai blog traveler, website, atau bertanya kepada teman yang sudah pernah berkunjung ke negara tujuanmu.

  • Kunjungi Islamic Center

Di setiap negara, termasuk negara dengan mayoritas non muslim pun biasanya terdapat Islamic Center. Jika kamu bingung harus mencari makanan halal ke mana, kamu bisa kunjungi Islamic Center terdekat. Karena merupakan pusat komunitas muslim, maka biasanya di sana terdapat food court atau informasi mengenai restoran-restoran halal di sekitar.

  • Kenali istilah bahan makanan non halal

Untuk menghindari makanan yang tidak halal, kamu perlu memahami istilah yang digunakan terhadap bahan-bahan makanan di negara tujuan. Biasanya bahan tidak halal yang digunakan di negara yang mayoritas penduduknya non-muslim bukan hanya daging babi saja tetapi juga alkohol, dan berbagai bahan lainnya. Misalnya saja di Jepang, makanan yang mengandung babi ditandai dengan tulisan ‘Butaniku’.

  • Cari restoran vegetarian

Tips lain untuk mendapatkan makanan halal di luar negeri adalah dengan mengunjungi restoran vegetarian. Di restoran ini tidak mungkin terdapat daging hewani karena makanannya pasti terbuat dari bahan-bahan seperti sayur, buah, kacang-kacangan dan bahan halal lainnya. Namun pastikan tidak ada campuran alkohol di dalam makananmu ya!

  • Kunjungi restoran Timur Tengah

Kalau kamu tidak tertarik ke restoran vegetarian, kunjungi saja restoran khas Timur Tengah yang ada di sekitar. Makanan khas Timur Tengah sudah cukup terkenal di berbagai negara dan kemungkinan besar halal. Misalnya saja seperti kebab, nasi kebuli, dan lain-lain.

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat mencari makanan halal di luar negeri. Buat kamu yang ingin berlibur, jangan lupa untuk memilih asuransi perjalanan Internasional dari MSIG agar perjalananmu makin praktis, aman dan nyaman! Semoga bermanfaat!

Negara “Muslim Friendly” Ini Cocok Jadi Destinasi Liburan Ramadan

Jika ingin traveling ke luar negeri memang banyak hal yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi para Muslim. Mereka harus memikirkan bagaimana mencari makanan halal dan melakukan ibadah dengan nyaman. Apalagi di bulan Ramadan, tentunya akan lebih nyaman lagi jika berkunjung ke negara yang menyediakan fasilitas yang ramah bagi umat Muslim. Untungnya, sekarang ini sudah makin banyak destinasi liburan yang “Muslim-friendly”, bahkan termasuk negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Misalnya saja seperti beberapa negara berikut ini;

  • Jerman

Salah satu negara di Eropa yang cocok dikunjungi saat Ramadan adalah Jerman. Yup, terdapat cukup banyak Muslim yang tinggal di Jerman, terutama di Berlin dan Munich. Di Berlin terdapat sekitar 70 masjid untuk para traveler Muslim, termasuk masjid tertua yaitu The Ahmadiyya Mosque yang sudah didirikan sejak tahun 1924. Sedangkan di Munich, kamu dapat menemukan restoran halal dengan mudah. Selain Muslim-friendly, Jerman juga menjadi destinasi yang tepat untuk mengenang sejarah, lho.

  • Taiwan

Mungkin kamu berpikir di Taiwan akan sulit untuk menemukan makanan halal. Namun, kenyataannya ada banyak restoran halal di sana. Industri pariwisata Taiwan memang sengaja bekerja sama dengan agen pariwisata Muslim untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim. Pasalnya, sudah terdapat lebih dari 100 industri hotel dan restoran yang tersertifikasi halal di Taiwan.

  • Jepang

Meskipun Jepang tidak memiliki banyak penduduk Muslim, tetapi ia termasuk salah satu negara yang “Muslim-friendly” lho! Di Jepang terdapat lebih dari 60 masjid dan pemerintah Jepang pun telah berusaha agar traveler Muslim merasa lebih nyaman untuk berlibur ke sana. Jika diperhatikan, beberapa fasilitas publik di Jepang telah menyediakan ruangan untuk shalat, bahkan di beberapa hotel sudah ada tanda penunjuk kiblat.

  • India

India merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar ketiga di dunia. Karena itu, mencari makanan halal dan tempat ibadah rasanya bukan hal yang sulit. Ada ratusan masjid yang tersebar di India. Makanan halal di sana pun bervariasi. Selain itu, ada banyak destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi di sana, salah satunya adalah Taj Mahal yang termasuk dalam 7 keajaiban dunia.

Selain dilengkapi dengan fasilitas yang Muslim-friendly, perjalananmu tentu akan lebih nyaman lagi jika ditemani dengan asuransi perjalanan luar negeri dari MSIG. Yuk, tunggu apa lagi, pesan asuransi perjalananmu dan bersiaplah untuk merasakan pengalaman traveling yang berkesan!

Rayakan Bulan Ramadan, Negara Ini Punya Tradisi Unik Tersendiri!

Bulan Ramadan merupakan salah satu momen spesial yang ditunggu-tunggu para umat muslim. Bukan hanya soal berpuasa, bulan Ramadan juga dianggap sebagai bulan yang penuh berkah. Maka dari itu, masing-masing negara memiliki tradisi tersendiri untuk menyambutnya. Tak hanya di Indonesia, beberapa negara lain yang penduduk muslimnya minoritas pun turut merayakan tradisi selama bulan Ramadan. Penasaran seperti apa? Berikut inilah beberapa negara yang punya tradisi unik untuk merayakan bulan Ramadan!

  • Tradisi Muqam di Cina

Meskipun mayoritas penduduk di Cina bukan pemeluk agama Islam, tapi negara ini tetap menjalankan tradisi untuk menyambut bulan suci Ramadan, lho. Umat muslim di Cina biasanya melakukan tradisi unik berupa tarian dan nyanyian yang bernama Muqam. Berasal dari bahasa Arab, Muqam merupakan istilah khusus untuk musik Islam yang berarti ‘melodi’ atau ‘musik klasik’. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh para muslim Kashgar di Cina.

  • Nuansa Ramadan di Jepang

Layaknya di Cina, umat muslim di Jepang juga tidak begitu banyak. Namun demikian, di sana terdapat sebuah lembaga bernama Japan Islamic Centre. Saat bulan Ramadan, lembaga ini mengadakan berbagai kegiatan untuk membangkitkan nuansa Ramadan di Jepang. Mulai dari membagi jadwal dan informasi seputar puasa, mengadakan majelis taklim, shalat tarawih berjama’ah, bahkan pameran buku-buku Islami.

  • Belanja Pernak-Pernik Ramadan di Prancis

Di Prancis terdapat banyak imigran beragama muslim. Karena itu, suasana bulan Ramadan cukup terasa di negara ini, terutama di wilayah Couronne. Wilayah ini merupakan tempat tinggal kebanyakan umat muslim di Prancis. Saat bulan Ramadan, biasanya masyarakat muslim di Prancis merayakannya dengan berbelanja pernak-pernik dan juga makanan khas Ramadan yang dijual di berbagai kawasan. Salah satu yang paling populer adalah Jalan Jean-Pierre Timbaud.

  • Meriahnya Ramadan di Maroko

Negara yang terletak di Afrika bagian Selatan ini merupakan negara bekas jajahan Prancis yang memiliki mayoritas penduduk muslim. Di Maroko terdapat tradisi di mana para orangtua memberikan apresiasi terhadap anaknya yang belajar berpuasa dengan mendandaninya dengan pakaian dan riasan yang khas. Saat sahur, di Maroko juga terdapat Nafar yang bertugas untuk membangunkan masyarakat dengan bermain musik di sekeliling komplek.

Nah, seperti itulah tradisi selama bulan Ramadan yang dilakukan di berbagai belahan dunia. Tentunya akan terasa menyenangkan bila kamu dapat ikut serta merasakan keunikan tradisi bulan Ramadan dari berbagai negara ini, ya? Jika kamu berminat untuk merasakan bulan Ramadan di luar negeri, jangan lupa siapkan asuransi perjalanan Internasional untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi. Dengan demikian, kamu bebas menjelajahi kebudayaan dan tradisi selama Ramadan di negara tujuan dengan nyaman!

Kota Paling Asik untuk Berburu Kuliner Khas Ramadan

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, Indonesia memiliki nuansa Ramadan yang cukup meriah. Hampir di setiap kotanya terdapat berbagai pasar atau tempat yang menyajikan kuliner untuk berbuka puasa. Mulai dari makanan tradisional hingga modern, semua ada. Nah, jika kamu penasaran untuk mencicipi berbagai kuliner khas Ramadan yang khas dan nikmat, kamu bisa kunjungi beberapa kota di bawah ini!

  • Yogyakarta

Yogyakarta merupakan salah satu tujuan utama para pecinta kuliner. Apalagi ketika bulan Ramadan, tentunya semakin banyak kuliner khas yang disajikan. Salah satu kuliner khas yang hanya muncul di bulan Ramadan adalah Kicak. Kicak merupakan kue khas Ramadan yang terbuat dari ketan, kelapa muda, dan nangka muda. Rasanya manis dan pas untuk berbuka. Di Yogyakarta juga terdapat berbagai pasar yang pas untuk spot ngabuburit. Di antaranya adalah Pasar Sore Kauman, sepanjang Jalan Sorogenan, Kampung Ramadan Jogokaryan, Lembah UGM, dan masih banyak lagi.

  • Padang

Setiap bulan Ramadan di Padang, selalu digelar Pasar Pabukoan di depan Balai Kota. Lokasi ini selalu menjadi tempat favorit untuk berburu makanan khas selama Ramadan. Biasanya pasar ini sudah mulai ramai dari sore hari. Para pengunjung pun langsung menyerbu kuliner yang tersedia. Terdapat berbagai kuliner lezat khas Sumatera Barat yang bisa kamu dapatkan di pasar ini, ada Bubur Kampiun, Lamang Tapai, Lopis Sarabi, dan masih banyak lainnya.

  • Banda Aceh

Banda Aceh didominasi oleh penduduk yang beragama Islam. Tak heran kalau kota ini menyambut bulan Ramadan dengan hangat. Menjelang berbuka puasa, kebanyakan warga sudah mengunjungi berbagai tempat yang menjual sajian khas Ramadan. Tempat paling populer di sana adalah Pasar Aceh, Jalan Banda Aceh-Meulaboh, Jalan Lampisang, dan juga Simpang Lima. Makanan khas seperti Boh Rom-Rom, Timpan, Rujak Aceh, Lambai Peugaga, dan Kue Boi pun menjadi incaran.

Mana kota yang paling menarik untuk berburu kuliner khas Ramadan menurutmu? Kalau kamu ingin berlibur sekaligus menikmati wisata kuliner ke salah satu kota di atas, jangan lupa untuk selalu melindungi perjalananmu dengan asuransi perjalanan terbaik dari MSIG. Dengan harga premi yang terjangkau, kamu sudah bisa mendapatkan berbagai manfaat selama perjalanan. Selamat berwisata!

 

Source:

  • https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-travel-guide/ngabuburit-in-jogja/
  • http://www.jogja.co/kicak-kuliner-khas-jogja-yang-hanya-ada-di-bulan-ramadhan/
  • https://ramadhan.antaranews.com/berita/567931/pasa-pabukoan-padang-panjang-ramai-dikunjungi
  • https://lifestyle.sindonews.com/read/1116786/185/8-pusat-kuliner-ramadhan-paling-populer-di-indonesia-1465961599
  • https://lifestyle.okezone.com/read/2016/06/15/298/1415901/delapan-pusat-kuliner-ramadan-paling-populer-di-indonesia

Tokyo Camii & Turkish Culture Center, Masjid Terbesar di Jepang

Jepang menjadi salah satu negara yang cukup banyak diminati para wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Apalagi, saat ini di negara tersebut sudah banyak menyediakan fasilitas ramah muslim, seperti makanan halal dan juga tempat untuk beribadah. Itulah sebabnya, semakin banyak wisatwan muslim yang semakin tertarik untuk berkunjung ke negara ini.

Untuk kamu yang sedang berencana berkunjung ke negara ini, ada satu tempat yang tidak boleh terlewatkan, khususnya jika kamu seorang muslim. Tempat tersebut adalah Tokyo Camii atau yang sering disebut juga dengan Tokyo Mosque. Sesuai namanya, Tokyo Mosque ada sebuah masjid yang berlokasi di dekat Stasiun Yoyogi-uehara tepatnya di Ōyama-chō distrik, Shibuya, Tokyo, Jepang. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Jepang, dan menjadi satu dengan Turkish Culture Center. Itulah sebabnya, banyak juga yang menyebut masjid ini dengan sebutan Tokyo Camii and Turkish Culture Center.

Selain menjadi masjid terbesar di Jepang, masjid ini juga memiliki keistimewaan lainnya, yaitu merupakan masjid terindah di Asia. Banyak yang mengatakan arsitekturnya menyerupai Blue Mosque yang terkenal di Istanbul. Dari area luar saja kamu sudah bisa menikmati keindahan desain pintunya yang bernuansa arsitektur Islam. Selain itu, material yang digunakan untuk desain masjid ini berasal dari Turki. Tidak hanya materialnya, masjid ini juga dikerjakan oleh sekitar 100 pekerja Turki yang bekerja selama satu tahun untuk pembangunan area lantai satu dan lantai dua.

Berbeda dengan masjid pada umumnya yang hanya memiliki tempat untuk beribadah, pada area lantai satu masjid ini, terdapat sebuah tempat yang berisikan kursi dan meja. Di sini, para pengunjung dapat saling berinteraksi dan bersantai. Selain itu, terdapat tempat khusus yang berisikan buku-buku dan dilengkapi dengan bangku panjang. Buku-buku ini merupakan buku Islam dan tertata rapi seperti layaknya perpustakaan. Di lantai dua, adalah tempat untuk beribadah. Setiap hari Jumat, akan ada banyak muslim yang melakukan Shalat Jumat di sini. Jumlahnya bahkan bisa mencapai 1.200 orang.

Masjid ini terbuka untuk umum pada akhir pekan. Jadi, bagi kamu yang beragama lain sekalipun, tetap bisa menikmati keindahan masjid ini. Jangan lupa, lengkapi liburanmu ke Jepang dengan Asuransi Perjalanan Luar Negeri agar perjalananmu terasa lebih aman. Dengan menggunakan asuransi ini, kamu tidak perlu khawatir jika seandainya terjadi risiko selama perjalanan. Selamat berlibur!