Morotai, Pulau Penuh Sejarah dengan Keindahan Luar Biasa

Indonesia memiliki banyak pulau yang keindahannya sangat luar biasa. Maka jangan heran jika pulau-pulau ini banyak yang dijadikan sebagai objek wisata. Salah satunya yaitu Pulau Morotai yang ada di Provinsi Maluku Utara. Selain memiliki keindahan yang luar biasa, pulau ini juga memiliki sejarah yang akan sangat sayang jika dilewatkan oleh para pencinta wisata sejarah.

Pulau yang beribukota di Kota Daruba ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara. Pada bagian utara pulau ini berbatasan dengan Filipina. Lokasinya yang terbilang strategis inilah yang membuat Jepang menjadikannya basis militer untuk menguasai 3 negara, yaitu Indonesia, Filipina, dan sebagian wilayah Malaysia pada masa Perang Dunia II. Namun pada bulan September 1944 pulau ini direbut kekuasaannya oleh Amerika Serikat.

Sama halnya dengan Jepang, Amerika Serikatpun menjadikan pulau ini sebagai basis militer untuk menjajah wilayah sekitarnya. Bahkan beberapa sisa peninggalan dari Jepang dan Amerika masih dapat kamu temukan ketika berkunjung ke pulau ini. Tidak hanya itu saja, jika kamu benar-benar tertarik untuk mengetahui secara jelas sejarah pulau ini pada masa Perang Dunia II, masyarakat di pulau ini akan dengan senang menceritakannya. Apalagi cukup banyak juga masyarakat yang benar-benar menyaksikan langsung apa yang terjadi pada masa tersebut.

Nah setelah puas mencari tahu sejarah yang pernah terjadi di pulau ini, sekarang waktunya kamu untuk menikmati keindahan alamnya. Di sekitar Pulau Morotai ini terdapat beberapa pulau kecil yang wajib sekali untuk kamu kunjungi, di antaranya yaitu:

  • Pulau Sumsum
  • Pulau Dodola
  • Pulau Ngelengele
  • Pulau Bau

Semua pulau ini memiliki kelebihannya masing-masing, jadi sangat wajib untuk kamu kunjungi. Selain itu, tidak hanya keindahan pantai saja yang bisa kamu nikmati, tetapi juga air terjun. Yap, jarang kan kamu bisa ke air terjun ketika sedang berwisata ke sebuah pulau? Sebab biasanya orang akan terfokus menikmati keindahan pantai di setiap pulaunya. Namun jika kamu ke Pulau Bau kamu akan bisa menikmati air terjun alami bernama Air Terjun Leo Leo yang luar biasa indahnya. Hanya saja untuk menuju ke sini bukanlah hal yang mudah. Kamu harus berjuang terlebih dahulu dengan trekking sekitar 40 menit dari Desa Leo Leo.

Menarik sekali, bukan? Jadi, ayo segera persiapkan waktu dan uangmu untuk berwisata ke pulau ini. Jangan lupa juga untuk melengkapi perjalananmu dengan Asuransi Liburan supaya kamu bisa berwisata dengan tenang tanpa khawatir dengan berbagai risiko yang mungkin terjadi saat berwisata.

Menikmati Fajar dan Senja dari Ketinggian Punthuk Mongkrong Magelang

Selain Candi Borobudur, Magelang juga memiliki tempat wisata yang menyita perhatian para wisatawan. Berada di ketinggian 624 mdpl, terdapat spot menarik yang bernama Punthuk Mongkrong yang kini kian ramai didatangi oleh wisatawan saat akhir pekan. Arti dari “punthuk” sendiri adalah tanah yang tidak padat dan juga tidak begitu gembur. Ya, di sekitar Punthuk Mongkrong memang tidak ditumbuhi rumput dan pepohonan yang lebat. Namun hal itu menjadi karakteristik sendiri bagi tempat wisata yang sudah mulai populer ini.

Meskipun tidak terlalu banyak pepohonan, namun tidak menghilangkan kesan asri dari Puthuk Mongkrong. Justru jarangnya pepohonan memberikan ruang untuk mendirikan gubuk-gubuk dari bambu yang dapat menjadi tempat untuk menikmati indahnya pemandangan sekitar. Dari atas Punthuk Mongkrong juga disediakan jembatan bambu berbentuk V persis di atas tebing yang sangat cocok digunakan sebagai tempat selfie atau foto bersama. Namun karena terbuat dari bambu, kapasitas jembatan ini hanya bisa memuat dua orang saja. Jika lebih dari dua orang, dikhawatirkan bisa berbahaya.

Untuk kamu yang takut ketinggian, rasa takutmu mungkin akan terkalahkan setelah melihat keindahan alam di sini. Di atas puncak akan terlihat jelas rangkaian pegunungan seperti Merapi dan Merbabu, pemandangan Sukmojoyo Hill yang hijau nan sejuk serta Candi Borobudur dan Gereja Ayam yang juga merupakan wisata favorit di Magelang.

Waktu terbaik untuk mengunjungi spot ini adalah di waktu fajar dan senja. Saat fajar, sunrise akan terlihat sangat indah ditemani dengan sejuknya embun dan kabut yang terlihat seperti awan. Jadi ketika wisatawan berdiri di atas jembatan V, mereka akan terlihat seperti berdiri di atas awan. Keren bukan?

Selain pemandangannya yang mengagumkan, di desa tempat Punthuk Mongkrong ini berada juga terkenal budidaya lebah madu. Konon desa ini menjadi desa persinggahan Pangeran Diponegoro saat perang melawan Belanda dahulu kala.

Punthuk Mongkrong ini lebih tepatnya terletak di Dusun Kamal, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur. Untuk mencapai lokasi hanya diperlukan sedikit pendakian dan jalurnya pun terbilang cukup mudah. Namun jalanannya memang cukup sempit dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Di sana disediakan tempat parkir motor dengan tarif Rp2000,- saja. Sedangkan untuk masuk ke tempat wisata alam ini hanya dikenakan biaya tiket masuk seharga Rp3000,-. Cukup murah bukan?

Tertarik untuk mengunjungi tempat wisata Magelang yang satu ini? Kalau begitu, persiapkan dari sekarang dan berhati-hatilah saat mendaki nanti ya. Akan lebih baik lagi jika kamu membeli asuransi perjalanan terbaik untuk perlindungan yang lebih maksimal. Selamat berburu pemandangan indah!

Ini, Daftar Wisata Curug di Kota Bogor

Berbicara mengenai destinasi wisata di Indonesia, memang tidak akan pernah ada habisnya. Ini disebabkan karena Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan alam super cantik di dunia. Meskipun begitu, sayangnya tidak semua wisata Indonesia ini terkenal di kalangan para wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara.

Salah satu buktinya bisa dilihat dari masih sedikitnya wisatawan yang menjadikan curug di kota hujan Bogor sebagai tempat tujuan liburannya bersama dengan keluarga tercinta. Curug sendiri merupakan sebuah tempat pemandian yang di dalamnya terdapat air terjun. Nah, untuk kamu yang belum pernah berwisata curug ini, maka kami rekomendasikan beberapa daftar curug yang bisa kamu datangi di kota Bogor ini. Simak daftarnya, yuks!

  1. Curug Cigamea. Ada yang sudah pernah berlibur di Curug Cigamea ini? Bagi kamu yang sama sekali tidak pernah mendatangi Curug Cigamea ini, ada baiknya ketika liburan coba deh pergi kesana. Dijamin, saat sampai di tempat ini, maka kamu pun tidak akan merasa kecewa sebab curug dikelilingi oleh pepohonan rindang dan air terjun yang semakin membuat curug tampak memesona. Yang paling menariknya, disini air terjun pun dibagi menjadi dua bagian dengan pemandangan berbeda diantara satu dengan yang lainnya.
  • Lokasi                 : Desa Gunungsari, Pamijahan, kota Bogor.
  • Waktu tempuh   : 2 jam perjalanan
  1. Curug Ngumpet. Sesuai dengan nama yang diusungnya, Curug Ngumpet ini pun terletak di sebuah tebing tinggi dengan ketinggian air terjun 45 meter di atas permukaan laut. Disini, kamu diperbolehkan menikmati kesegaran air yang berasal dari kawasan Gunung Salak ini. Selain itu, kamu juga bisa melihat keelokan alam yang disuguhkan oleh curug satu ini sambil mengabadikannnya dengan
  • Lokasi                 : Kawasan Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.
  • Waktu tempuh   : 2 jam perjalanan
  1. Curug Cihurang. Curug Cihurang sendiri masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Hampir mirip dengan curug lainnya, di sini kamu pun bisa merasakan dinginnya air terjun yang sangat indah. Tidak cukup sampai di situ, di curug ini terdapat pula tempat bermain untuk anak, ruang ganti pakaian, saung untuk beristirahat, dan sebagainya. Menariknya, kawasan ini pun bisa digunakan untuk tempat berkemah.
  • Lokasi                 : Kecamatan Pamijahan, kota Bogor
  • Waktu tempuh   : 2 jam perjalanan

Selain ketiga curug di atas, kamu juga bisa menyambangi Curug Seribu, Curug Lontar, Curug Panjang, Curug Naga, Curug Cilember, Curug Nangka, Curug Luhur, dan masih banyak yang lainnya. Tertarik untuk mengunjungi curug di kota Bogor ini, yuks langsung membuat plan kesana.  Agar perjalanan semakin menyenangkan dan menenangkan pikiran jangan lupa membeli asuransi perjalanan, yang akan memberikan perlindungan selama perjalanan kamu.

Indahnya Pesona Teluk Biru di Banyuwangi

Saat berkunjung ke kota Banyuwangi, tempat wisata manakah yang akan pertama kali kamu kunjungi? Teluk Hijau? Kawah Ijen? Waduk Sidodadi Glenmore? Pantai Plengkung? Pantai Boom Banyuwangi? Mungkin dari sekian banyak tempat wisata itu, pastinya ada satu destinasi wisata favorit yang paling sering dikunjungi dan selalu menjadi tempat pertama untuk didatangi. Namun, tahukah kamu, ternyata di Banyuwangi terdapat sebuah destinasi wisata baru yang masih jarang dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara? Apakah itu?

Wisata tersebut bernama Teluk Biru atau bahasa kekiniannya Blue Bay. Teluk Biru sendiri merupakan salah satu destinasi wisata di kota Banyuwangi yang menyimpan keelokan alam sangat indah dan tidak kalah menarik dengan wisata terkenal di Indonesia. Teluk Biru terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, tepatnya di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Asal mulanya dinamakan Teluk Biru karena tempat ini memiliki air laut yang terlihat kebiru-biruan, sehingga penduduk setempat pun menamakannya sebagai Teluk Biru. Di teluk ini, suasananya masih sangat asri sehingga tidak mengherankan jika kini mulai banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Teluk Biru.

Lantas, apa yang bisa dilakukan ketika kamu berwisata ke Teluk Biru?

Di sana, kamu bisa menikmati keindahan bawah laut yang masih terjaga keasriannnya. Tentu, ini sangat cocok untuk kamu yang punya hobi menyelam atau snorkeling karena bisa menikmati indahnya suasana bawah laut Teluk Biru. Namun, untuk orang yang tidak jago menyelam pun juga bisa merasakan kecantikan bawah laut ini lantaran ombaknya masih sangat tenang sehingga aman untuk dijadikan sebagai tempat menyelam.

Selain itu, kegiatan yang bisa kamu lakukan di Teluk Biru ini pun beragam, mulai dari;

  • Berenang sambil merasakan dinginnya air laut
  • Bermain ski air
  • Snorkeling sembari melihat suasana bawah laut
  • Berlayar dengan Perahu Kano
  • Mengabadikan momen indah menggunakan kamera
  • Bermain pasir putih yang menghiasi lautan
  • Memancing ikan
  • Menikmati keindahan sunset

Untuk bisa mencapai teluk indah ini, sebaiknya kamu memakai jasa travel, dengan rute perjalanan dari Kabupaten Banyuwangi, langsung menuju Kecamatan Muncar, dan sampailah di Teluk Biru. Harganya pun tidak terlalu mahal bila dibandingkan dengan berangkat sendiri.

Jadi, apakah kamu tertarik untuk melihat kecantikan dari Teluk Biru ini? Coba deh mencari jasa travel yang menawarkan perjalanan ke Teluk Biru tersebut dan jangan lupa untuk membeli asuransi travel murah yang akan memberikan perlindungan terhadap hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan.

Selamat jalan-jalan!

Indahnya Hamparan Batuan di Pantai Kolbano

Biasanya di pinggir pantai cenderung lebih dominan pasir daripada bebatuan. Namun berbeda dengan Pantai Kolbano. Bukannya dikelilingi hamparan pasir, Pantai Kolbano justru dikelilingi oleh jutaan bebatuan dengan berbagai ukuran dan warna. Pantai ini terletak di Desa Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Jarak tempuh untuk mencapai pantai ini yaitu sekitar 135 Km dari Kota Kupang atau kira-kira sekitar tiga jam lamanya.

Meskipun agak jauh dari pusat kota Kupang, perjalanan ke Pantai Kolbano menyuguhkan pemandangan yang juga indah. Di antaranya yaitu pepohonan rindang, sawah, tebing-tebing kapur dan jembatan Noelmina. Jembatan inilah yang menghubungkan Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan. Noelmina bisa dibilang merupakan jembatan terpanjang di Timor yang mencapai 240 m. Untuk mengabadikan pemandangan, kamu juga bisa berhenti sejenak dan berfoto di atas jembatan ini.

Keistimewaan lain dari pantai ini yaitu batu-batu yang berada di sekitar Pantai Kolbano sangat nyaman apabila dipijak meski tanpa alas kaki sekalipun. Meski dominan berwarna abu-abu kegelapan, di antara bebatuan tersebut juga terdapat batu yang berwarna cerah seperti warna oranye atau kebiruan yang semakin menambah nilai keeksotisan pantai. Tak hanya bebatuan kerikil saja, Pantai Kolbano juga memiliki daya tarik berupa batu karang raksasa yang menyerupai kepala singa. Masyarakat sekitar menyebutnya batu Fatu Un.

Seperti tempat wisata di daerah lain di Indonesia, Pantai Kolbano juga memiliki kisah legenda tersendiri, lho. Konon, seorang gadis bernama Bi Kabin dinikahkan dengan Raja Laut Na’ Besimnasi (Buaya) untuk menjaga kelestarian alam. Oleh sebab itu, masyarakat sekitar selalu melakukan ritual tahunan sebagai ucapan terima kasih pada Raja Laut karena Pantai Kolbano memiliki banyak kekayaan. Yap, Pantai Kolbano memang memiliki kekayaan dalam bidang perikanan. Bahkan pantai ini menjadi salah satu penghasil ikan terbanyak di Timor Tengah Selatan. Padahal, para nelayan di sana hanya menggunakan peralatan tradisional untuk menangkap ikan.

Untuk memasuki Pantai Kolbano kamu tidak perlu menyiapkan budget yang besar karena biaya masuknya hanya berkisar Rp2000-5000,- saja. Sayangnya di sana belum tersedia banyak fasilitas seperti gazebo dan jarang ada warung yang menyediakan makanan atau minuman. Namun di lain sisi, hal itu justru membuat Pantai Kolbano terlihat bersih dan alami.

Kalau kamu menyukai pantai yang tidak begitu ramai dan unik, pantai ini sangat recommended untuk dikunjungi. Namun karena perjalanannya cukup jauh, kamu perlu siapkan asuransi perjalanan agar liburanmu ke Pantai Kolbano lebih aman dan nyaman! Dengan adanya asuransi kamu tidak perlu khawatir dengan masalah kerugian biaya ketika adanya delay pesawat, kehilangan bagasi, atau hal lain yang mungkin terjadi saat berlibur.

Aman Berwisata ke Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo selalu masuk ke dalam bucket list para traveler yang senang dengan kehidupan alam penuh tantangan. Jika kalian termasuk salah satunya dan akan mengunjungi tempat ini dalam waktu dekat, jangan lupa perhatikan beberapa hal di bawah ini. Siapkan asuransi perjalanan terbaik sebelum berangkat untuk menjadi proteksi selama berlibur di sana, ya!

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat berwisata ke Taman Nasional Komodo:

  1. Ikuti petunjuk dari pemandu (ranger). Untuk berkeliling di Taman Nasional Komodo, pengunjung akan didampingi oleh pemandu atau yang disebut dengan Biasanya sebelum mulai berkeliling, pemandu akan memberikan petunjuk mengenai apa saja yang harus diperhatikan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Agar selamat saat wisata, perhatikan instruksi yang diberikan oleh pemandu dan jangan berjalan jauh-jauh dari pemandu.
  2. Hindari membuat suara keras (gaduh) dan bergerak tiba-tiba ketika berada di dekat komodo. Mengapa? Sebab bisa saja komodo menyangka kita adalah mangsa mereka sehingga akan mulai mengejar.
  3. Amati dari kejauhan. Ini dia yang paling penting: terkadang saking senangnya berkunjung ke tempat wisata baru, kita menjadi terlalu bersemangat untuk mengeksplorasi dan berfoto-foto. Patut diingat, keamanan diri kita sangat bergantung pada tingkah laku kita. Bertindak berlebihan hingga memancing perhatian komodo, mengganggu komodo saat sedang makan, atau bahkan memotret mereka dengan flash sehingga membuat komodo kaget bisa menjadi bumerang untuk kita.
  4. Hindari berkunjung ketika sedang haid atau memiliki luka yang masih basah. Untuk kalian para perempuan yang sedang datang bulan, sebaiknya urungkan niat untuk berkunjung ke Taman Nasional Komodo ini. Begitu juga untuk kalian yang masih memiliki luka basah atau yang masih berdarah. Pasalnya, penciuman komodo sangat tajam dan peka terhadap bau darah. Mereka bisa mendeteksi bau darah dari jarak lima kilometer, lho.
  5. Bawa topi dan botol minum. Udara di tempat wisata ini sangatlah panas dan kering. Kita akan mudah haus dan selalu merasa kepanasan. Untuk itu, bawalah topi lebar untuk menutupi area kepala dan wajah. Bawa pula botol minum dengan jumlah air secukupnya.

Itu dia beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar aman berwisata ke Taman Nasional Komodo. Silakan diterapkan agar liburan bisa terasa menyenangkan dan kalian bisa kembali ke rumah dengan selamat.