4 Jenis Asuransi yang Wajib Dimiliki Keluarga

Sebelum memutuskan untuk membeli paket asuransi yang ditawarkan oleh pihak asuransi, alangkah baiknya kita harus mengetahui apa saja jenis-jenis asuransi yang seharusnya dimiliki oleh keluarga tercinta. Dengan mengetahui berbagai jenis asuransi ini, maka nantinya saat pembuatan asuransi kita tidak akan sulit memilih produk asuransi manakah yang cocok dipergunakan oleh keluarga.

Adapun beberapa jenis asuransi yang wajib dimiliki oleh anggota keluarga adalah sebagai berikut ini:

  1. Asuransi Kesehatan. Asuransi kesehatan merupakan salah satu produk asuransi yang memiliki manfaat untuk menanggung biaya perawatan rumah sakit. Umumnya, biaya yang ditanggung oleh pihak asuransi dikhususkan untuk pasien yang mengalami cedera serius, sakit parah, cacat, kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan, dan sebagainya. Untuk itu, sangat penting bagi kita memiliki asuransi kesehatan ini, sebab saat kita maupun keluarga terserang penyakit maupun mengalami cedera maka pihak asuransi pun akan menanggung biaya perawatan.
  2. Asuransi Jiwa. Selain asuransi kesehatan, kita juga wajib membuatkan keluarga tercinta kita asuransi jiwa. Asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan untuk menanggung kerugian finansial yang diakibatkan oleh kematian. Namun, apabila asuransi jiwa ini dikaitkan dengan investasi, manfaat atau sejumlah dana yang seharusnya baru diterima setelah kematian ini bisa diambil sebelum nasabah asuransi meninggal dunia. Tidak hanya itu, asuransi satu ini pun bisa dibeli tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi bisa juga ditambahkan dengan keluarga utama yang nantinya manfaat asuransi ini bisa diwakilkan ke pihak ketiga.
  3. Asuransi Pendidikan. Ketika membangun sebuah keluarga, kita pun sebaiknya memiliki asuransi pendidikan yang nantinya bisa dipergunakan untuk biaya pendidikan sang buah hati, mulai dari awal mengenyam pendidikan dan berlanjut hingga menamatkan pada jenjang yang lebih tinggi. Karena manfaatnya dapat membantu biaya pendidikan, maka beban ekonomi keluarga di masa yang akan datang juga akan lebih ringan, mengingat biaya pendidikan mungkin saja akan semakin meningkat setiap tahunnya.
  4. Asuransi Rumah Tinggal. Kita juga wajib memiliki asuransi rumah tinggal. Kenapa? Dengan memiliki asuransi rumah tinggal ini, maka saat rumah ditimpa oleh berbagai bencana baik yang berasal langsung dari dalam rumah maupun luar rumah akan ditanggung oleh pihak asuransi. Salah satu manfaat yang diberikan berupa pergantian harta benda yang rusak akibat bencana, sehingga uang pertanggungan yang didapat, bisa dipergunakan untuk memperbaiki kembali rumah yang rusak.

Itulah beberapa jenis asuransi yang wajib dimiliki. Semoga membantu dan memberikan banyak manfaat!

7 Tips Aman Untuk yang Baru Pertama ke Luar Negeri

Banyak sekali masyarakat Indonesia yang tertarik berwisata ke luar negeri. Hal ini terlihat dari begitu larisnya tiket promo dan open trip ke berbagai negara baik di Asia maupun benua lainnya. Namun terkadang ada beberapa wisatawan yang merasa ragu untuk berwisata ke negara lain untuk pertama kalinya. Apalagi jika wisata ini dilakukan sendiri tanpa menggunakan travel agent.

Memang sih adanya perbedaan bahasa, kebiasaan dan budaya akan mempersulit kita ketika membutuhkan bantuan saat berwisata di negara lain. Akan tetapi, jika mengikuti 7 tips berikut ini kita tidak perlu lagi khawatir:

  1. Persiapkan dokumen

Di Indonesia kita hanya membutuhkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebagai tanda pengenal. Namun jika di luar negeri kita akan menggunakan passport, dibeberapa negara memberlakukan bebas Visa namun ada beberapa negara yang tetap membutuhkan Visa sebagai kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. Jadi pastikan untuk membawa dokumen tersebut saat berjalan-jalan berdasarkan negara tujuan.

  1. Reservasi tiket pesawat dan penginapan

Jika sudah merencanakan kepergian, segera lakukan pembelian tiket pesawat PP (Pergi Pulang). Biasanya jika jaraknya masih lama kita masih bisa mendapatkan harga promo. Pastikan juga untuk booking penginapan selama kita berlibur. Pilih penginapan yang menerapkan aturan free cancelation sehingga kita tidak akan mengalami kerugian jika terjadi perubahan rencana. Bukti pembelian tiket dan booking penginapan ini juga sering diminta saat proses pembuatan visa.

  1. Beli asuransi perjalanan

Kita tentunya ingin perjalanan yang telah direncanakan jauh hari dapat berjalan dengan lancar dan nyaman. Untuk melindungi kita dari banyak hal yang tak pasti, adalah pilihan yang tepat bila kita melengkapinya dengan perlindungan asuransi perjalanan. Tidak perlu risau saat ini banyak pilihan perlindungan dengan premi yang ramah di kantong, dan lebih lagi saat ini pembelian dapat dilakukan lebih mudah melalui portal penjualan asuransi online.

  1. Kenali negara tujuan dan buat detail perjalanan

Pelajari berbagai hal terlebih dahulu tentang negara yang akan kita kunjungi. Seperti kebudayaan, aturan dan kebiasaan mereka. Dengan begitu kita tidak akan mengalami masalah akibat melanggar aturan atau kebiasaan masyarakat sana. Kita juga sebaiknya memperhatikan mengenai aturan terkait kesehatan, seperti kewajiban melakukan vaksin sebelum mengunjungi negara tersebut.

Agar perjalanan anda maksimal, rencanakan lokasi atau kota mana saja yang akan dikunjungi termasuk tempat wisatanya.

  1. Tukarkan uang di Indonesia

Sebaiknya lakukan penukaran uang saat masih berada di Indonesia. Sebab terkadang nilai uang rupiah akan semakin rendah jika kita menukarkannya setelah sampai di negara tujuan. Lagipula dengan menukarkan terlebih dahulu di Indonesia, kita tidak perlu pusing mencari money changer saat sampai di sana.

  1. Buat rencana perjalanan dan pelajari moda transportasi

Supaya perjalanan kita lebih efektif, buatlah rencana perjalanan berdasarkan periode hari kita berwisata, usahakan agar rencana perjalanan yang utama ditempatkan di hari pertama, sehingga tujuan awal kita mengunjungi negara tersebut bisa terpenuhi. Pelajari juga moda transportasi umum yang dipergunakan, termasuk rute yang akan dilalui, baik kereta api, bis maupun lainnya.

Di beberapa negara pihak pengelola transportasi akan menjual kartu terusan untuk turis yang dapat dipergunakan di beberapa moda transportasi umum, biasanya kartu terusan ini dijual di bandara maupun di stasiun kereta api atau MRT. Pastikan kartu terusan yang dibeli sesuai dengan periode hari perjalanan.

  1. Bawa barang yang penting

Ingat, hanya bawa barang yang penting saja agar tidak menyusahkan saat berlibur nanti. Tidak mungkin kan kita selalu meminta tolong pada orang untuk membawakan barang-barang kita saat berlibur nanti? Jadi buatlah perencanaan mengenai pakaian yang akan digunakan selama di sana dan juga sesuaikan dengan kondisi cuaca pada saat kita berwisata.

  1. Belajar bahasa inggris dasar

Tidak bisa bahasa inggris? Jangan panik. Pelajari saja bahasa inggris dasar yang umum digunakan. Misalnya seperti kalimat sapa, menanyakan arah, dan ucapan terima kasih.

Jika ini adalah perjalanan pertama ke luar negeri, kita juga bisa mengajak seseorang yang sebelumnya sudah pernah mengunjungi tempat tersebut atau sudah sering berwisata ke luar negeri. Dengan begitu, kita akan merasa lebih aman karena ada seseorang yang berpengalaman menemani kita.

Klaim Asuransi Perjalanan Ditolak? Mungkin Ini Penyebabnya!

Memiliki asuransi perjalanan memang memberikan banyak manfaat untuk kita. Dimana tertanggung akan memperoleh ganti rugi berdasarkan manfaat yang dibeli dari perusahaan asuransi bila terjadi sebuah hal yang menimpa diri maupun keluarga tercinta saat melakukan perjalanan. Meskipun demikian, sayangnya tidak semua pengajuan klaim asuransi perjalanan ini bisa langsung disetujui oleh pihak asuransi. Entah itu, diakibatkan oleh kurangnya data saat pengajuan klaim ataupun kerugian yang dialami tidak dijamin dalam polis asuransi.

Oleh sebab itu, supaya nantinya pengajuan klaim asuransi perjalanan ini tidak ditolak oleh perusahaan asuransi, ada baiknya ketahui dulu apa sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya penolakan pada saat pengajuan klaim, berikut diantaranya:

  1. Kerugian yang dihadapi tidak masuk dalam manfaat polis asuransi. Klaim asuransi bisa ditolak jika kerugian yang menimpa kita tidak dijamin dalam polis asuransi. Untuk itu, sebelum mengajukan klaim, sebaiknya terlebih dahulu kita harus mengecek ulang apa saja manfaat yang dijamin oleh pihak asuransi, sehingga nantinya klaim yang diajukan akan sesuai dengan jaminan yang dijamin dalam polis.
  2. Tidak melaporkan langsung bencana yang dihadapi. Saat terjadi kerugian selama dalam perjalanan, alangkah baiknya kita segera melaporkan ke pihak asuransi. Jika tidak dilaporkan sampai dengan batas waktu yang diberikan, biasanya ketika pengajuan klaim asuransi akan langsung ditolak oleh perusahaan asuransi.
  3. Data yang diberikan kurang lengkap. Biasanya, saat pengajuan klaim asuransi, kita diwajibkan untuk melengkapi beberapa data maupun dokumen pendukung. Namun, jika data yang diberikan ini tidak lengkap, maka klaim asuransi yang diajukan pun tidak akan diproses oleh pihak asuransi. Untuk itu, sebaiknya lengkapilah semua data dan dokumen yang sudah dipersyaratkan oleh pihak asuransi. Akan tetapi, setiap data maupun dokumen yang dipersyaratkan saat pengajuan klaim akan berbeda antara asuransi perjalanan dengan asuransi lainnya. Sehingga, jangan lupa untuk memastikan secara langsung ke perusahaan asuransi.
  4. Tidak membeli polis asuransi perjalanan yang tepat. Penyebab lain yang mengakibatkan pengajuan klaim asuransi perjalanan ditolak, lantaran pada awalnya tidak membeli polis yang dikhususkan untuk perjalanan, dimana memiliki perlindungan lebih lengkap. Memang, harganya lebih murah, tapi tentunya hal ini malah yang bisa menjadi penyebab utama kenapa kita tidak bisa mengajukan klaim asuransi.

4 hal diatas adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan kenapa klaim asuransi kita ditolak oleh pihak asuransi, pastikan kita membeli asuransi perjalanan terbaik sesuai dengan negara tujuan. Semoga bermanfaat!

Panduan Naik Pesawat untuk Pertama Kali

Pengalaman pertama naik pesawat memang menjadi hal yang tak terlupakan. Perasaan tegang, penuh antisipasi, sedikit takut, namun juga senang berpadu menjadi satu. Kita tentunya akan merasakan kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan saat berada di bandara sebelum menaiki pesawat. Meski sudah mempersiapkan segalanya, tetap saja rasa cemas tersebut tetap ada. Bagaimana jika penerbangannya delay? Bagaimana jika kita salah masuk pesawat? Bagaimana jika kita tidak diperbolehkan masuk bandara karena satu dan lain hal?

Kecemasan-kecemasan tersebut mungkin akan menghinggapi benak seseorang yang hendak naik pesawat untuk pertama kalinya. Kecemasan yang tidak perlu sebenarnya, sebab jika kita sudah memiliki asuransi perjalanan yang bagus, pihak asuransi akan menjamin kenyamanan kita selama penerbangan dan juga selama liburan. Nah, agar tidak panik saat hendak naik pesawat, coba ikuti panduan naik pesawat berikut ini:

  1. Datang dua jam lebih awal dari jam keberangkatan. Sediakan waktu untuk tiba lebih awal di bandara agar kita tidak terburu-buru untuk mengejar pesawat. Meski jarak antara rumah dan bandara cukup dekat, sebaiknya jangan berangkat dengan spare waktu yang terlalu dekat. Sebab kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di jalanan. Bisa saja jalanan macet atau ada kecelakaan, sehingga perjalanan yang tadinya hanya 30 menit bisa memakan waktu lebih dari 1 jam. Lebih baik tiba lebih awal dibanding terlambat bukan?
  2. Gunakan tas kecil untuk menyimpan tiket, kartu identitas, dan juga paspor. Agar tidak repot membuka tas, simpan semua dokumen yang dibutuhkan dalam satu tas kecil. Kita bisa dengan mudah mengambil dan menyimpannya kapan pun dibutuhkan. Jangan lupa untuk menunjukkan dokumen tersebut kepada petugas pada saat check-in.
  3. Perhatikan informasi dalam boarding pass. Setelah check-in, kita akan diberikan boarding pass berisi nomor informasi pesawat, nomor kursi, dan juga gate Cek dengan seksama karena hal tersebut berkaitan dengan penerbangan kita. Jangan sampai kita salah menunggu di gate yang tidak seharusnya.
  4. Simpan jaket, barang-barang elektronik, dan aksesoris berbahan logam saat masuk gerbang pemeriksaan. Sebelum memasuki gate, kita akan melewati gerbang pemeriksaan yang dilengkapi dengan metal detector. Agar bisa lolos dengan cepat tanpa terhambat, lepaskan jaket yang dikenakan, ikat pinggang, jam tangan, ponsel, dan aksesoris lain dalam bak yang disediakan sebelum melewati metal detector.
  5. Hindari membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan. Setiap bandara punya daftar benda-benda yang tidak boleh dibawa ke kabin pesawat. Sebaiknya, cek dulu apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa dalam situs resmi maskapai penerbangan dan juga situs resmi dari bandara yang bersangkutan.
  6. Simpan koper atau ransel besar di bagasi. Agar tidak repot di dalam pesawat, simpanlah koper dan juga ransel di dalam bagasi. Memang sih, kita diperbolehkan untuk membawa barang bawaan ke dalam kabin jika masih sesuai dengan berat maksimum yang ditetapkan. Akan tetapi, dibanding repot di atas kabin, lebih baik simpan saja di bagasi.
  7. Matikan ponsel saat berada dalam pesawat. Tahan dulu keinginan untuk update di sosial media atau memainkan ponsel saat berada di atas pesawat. Semua penumpang harus mematikan ponsel mereka ketika diminta karena hal tersebut bisa mengganggu sinyal komunikasi pesawat dengan petugas bandara.
  8. Kenakan sabuk pengaman dan ikuti semua peraturan dalam pesawat. Perhatikan demo keselamatan penerbangan yang dilakukan oleh pramugari, kenakan sabuk pengaman dengan baik, dan juga lakukan perintah-perintah yang diminta oleh pramugari selama di atas pesawat.

Itu dia panduan naik pesawat untuk pertama kali. Begitu sampai di bandara tujuan, silakan ikuti petunjuk yang ada, ambil bagasi, dan enjoy your trip!

Trik Agar Koper Tetap Aman Saat Penerbangan Internasional

Ketika hendak bepergian ke luar negeri, salah satu ketakutan yang kerap kali menimpa kita adalah keamanan koper ketika disimpan di bagasi pesawat. Tidak ada yang bisa menjamin keamanannya, sebab kehilangan koper merupakan sesuatu yang bisa menimpa siapa saja. Meski sudah menggunakan asuransi perjalanan internasional sebagai proteksi selama di perjalanan, kehilangan koper merupakan sesuatu yang paling tidak ingin kita rasakan. Bukan hanya hilang, koper rusak atau tertukar juga bisa merusak mood kita saat bepergian.

Nah, agar hal tersebut tidak terjadi saat melakukan penerbangan internasional, simak dulu tips dari kami berikut ini.

  1. Pasang gembok. Penting hukumnya untuk memasang gembok tambahan di bagian restleting koper agar tidak mudah dibuka orang. Memang koper saat ini sudah dilengkapi dengan kunci bawaan, akan tetapi menambahkan gembok tentunya akan membuat kopermu lebih aman dan susah dibuka.
  2. Hindari koper yang digunakan banyak orang. Menggunakan koper yang banyak digunakan oleh masyarakat (populer) tentunya membuat kemungkinan koper tertukar semakin besar. Akan tetapi, jika koper yang kamu miliki memang terlanjur banyak digunakan orang, kamu bisa menyiasatinya dengan menggunakan sarung koper yang banyak dijual di toko. Pilihlah sarung koper yang mudah dikenali agar bisa segera diidentifikasi.
  3. Tandai dengan pita atau label koper. Selain menggunakan sarung koper, kamu juga bisa memasang pita atau label koper untuk membantu mengidentifikasi. Gantungkan pita atau label koper berisi data pribadimu di bagian pegangan koper sehingga jika kopermu hilang, yang menemukan bisa segera menghubungimu. Tidak hanya itu, kamu juga bisa segera mengidentifikasi kopermu saat hendak mengambil bagasi.
  4. Biasakan untuk melepaskan airline tag Setelah sampai ke destinasi yang dituju, biasakan untuk segera melepaskan airline tag yang menggantung di kopermu. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kebingungan petugas bandara saat menyortir kopermu. Jika kamu belum melepaskannya, dikhawatirkan petugas pesawat salah menaruh kopermu ke pesawat lain. Bahaya, kan?
  5. Gunakan layanan plastic wrap yang disediakan di bandara. Ketika hendak pulang, biasanya kita akan menyimpan oleh-oleh dari negara yang dikunjungi di dalam koper. Nah, agar tidak ada tangan-tangan jahil yang berniat membongkar koper kita, gunakanlah layanan plastic wrap yang biasa ada di bandara. Layanan ini memungkinkan kamu untuk melindungi koper agar lebih aman. Balutan plastik yang meliliti koper akan membuat siapa pun berpikir dua kali untuk membuka kopermu.

Itu dia beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan koper saat penerbangan internasional. Selalu berhati-hati dan selamat mencoba, ya!

Takut Visa Ditolak? Coba Ikuti Trik Berikut Ini

Ada ketakutan tersendiri ketika hendak mengajukan visa. Takut visa ditolak, takut dokumen bermasalah, takut batal pergi ke destinasi impian, dan masih banyak lagi. Repotnya mengurus visa dan juga ketidakpastian yang harus dihadapi membuat kita gentar saat mengajukan visa. Bahkan, meski sudah melengkapi dengan asuransi perjalanan pun, rasanya tetap saja cemas dalam proses pembuatan visa.

Memang, visa kadang menjadi momok bagi para traveler. Akan tetapi, panjangnya proses pembuatan visa ini sebaiknya jangan sampai menghambat keinginan kita untuk mengeksplorasi negara impian. Jangan takut ditolak sebelum mencoba: tiru trik ini supaya visa kita bisa tembus dan diterima oleh kedutaan besar.

  1. Kumpulkan informasi. Supaya lebih percaya diri dan tahu apa yang harus dilakukan, kumpulkanlah informasi sebelum mengajukan visa. Baca ketentuan dan syarat yang ditetapkan oleh pihak kedutaan besar, tanya kepada teman yang sudah pernah pergi ke sana, dan juga baca informasi yang ditulis oleh para travel blogger di blog mereka. Ada banyak sekali informasi seputar pengajuan visa ke negara yang diinginkan jadi baiknya kita kumpulkan dulu informasi tersebut.
  2. Siapkan dari jauh-jauh hari. Biasanya, pengajuan visa bisa dilakukan sejak 90 hari sebelum keberangkatan. Nah, ajukan visa dari jauh-jauh hari agar kita bisa mempersiapkan semuanya dengan matang. Kita bisa mengurus visa dengan lebih tenang, bisa melengkapinya dengan santai jika memang ada berkas yang kurang, tanpa harus terburu-buru oleh waktu.
  3. Isi formulir visa dengan tepat sesuai ketentuan. Setiap negara pastinya akan meminta kita untuk mengisi formulir pengajuan visa. Formulir ini bentuknya berlembar-lembar, dengan banyak kolom yang harus kita isi. Biasanya, banyak calon turis yang malas mengisi lembar ini dan pada akhirnya melewatkan kolom yang penting. Jangan sampai ini terjadi pada kita: bacalah intruksi dengan seksama lalu isi formulir dengan cermat.
  4. Lengkapi dokumen apa saja yang diminta. Selain formulir, kita pun akan diminta untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan saat pengajuan visa. Setiap kedutaan besar punya persyaratan dokumen yang berbeda dengan kedutaan lainnya. Namun demikian, secara general biasanya dokumen yang diminta adalah paspor, kartu keluarga, kartu identitas, akte kelahiran, foto diri, rekam rekening mutasi selama tiga bulan sebelumnya, surat rekomendasi bank, surat keterangan kerja, SPT, dan juga rencana perjalanan. Lengkapi semua dokumen yang diminta tanpa terkecuali. Jika dokumen lengkap, maka kemungkinan visa kita akan diterima akan semakin besar. Di beberapa negara bahkan mewajibkan agar wisatawan memiliki asuransi perjalanan sebagai kelengkapan dokumen yang harus dilengkapi.
  5. Jaga aliran dana di rekening bank selama tiga bulan terakhir. Seperti yang sudah disebutkan dalam poin sebelumnya, kita akan diminta untuk menyerahkan fotokopi rekening bank dan rekam transaksinya selama tiga bulan terakhir. Oleh sebab itu, jagalah aliran dana agar tidak ada transaksi mencurigakan dan pastikan agar saldonya mencukupi untuk mendaftar visa.
  6. Tunggu dan banyak berdoa. Setelah semuanya dilengkapi, maka kita tinggal mengajukan visa ke kedutaan besar. Serahkan semua dokumen tanpa terkecuali dan bayar biaya pengajuan visa. Biasanya, kita akan diminta untuk menunggu selama 5-7 hari untuk mendapatkan hasil keputusan visa kita. Nah, selama proses itu, tunggulah dengan sabar dan banyak berdoa agar visa bisa diterima.

Tidak ada yang bisa memastikan bahwa visa kita akan diterima saat mengajukannya. Sudah banyak sekali kasus di mana turis ditolak visanya karena alasan yang jelas. Namun demikian, jika kita sudah melengkapi semua dokumen yang diminta, tidak mengajukannya dalam waktu yang cenderung mepet, dan juga menjaga rekening agar tetap stabil, maka kedubes tidak memiliki alasan untuk menolak visa kita, kecuali untuk alasan lain yang di luar kuasa kita. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Visa Schengen, Satu Visa Untuk Banyak Negara

Tahu tidak kalau kita bisa keliling ke beberapa negara hanya dengan menggunakan satu visa saja? Memang sih tidak semua negara, namun visa schengen ini berlaku hampir diseluruh negara di benua Eropa. Negara yang termasuk ke dalam schengen yaitu Austria, Belanda, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Islandia, Italia, Jerman, Latvia, Lichtenstein, Luxembourg, Malta, Norwegia, Polandia, Prancis, Republik Ceko, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Yunani. Dengan menggunakan visa schengen kita bisa menetap di negara-negara tersebut selama 90 hari dalam periode 6 bulan, baik untuk tujuan wisata maupun bisnis. Sangat praktis sekali, bukan?

Kita bisa membuat visa ini di kedutaan besar (kedubes) negara manapun yang termasuk Schengen. Namun sangat disarankan untuk membuat visa di kedubes negara tempat menetap paling lama atau negara yang paling pertama dikunjungi jika lama waktu menetap di setiap negara sama.

Untuk prosedur pembuatannya mungkin akan sedikit berbeda di setiap kedubes, namun secara umumnya adalah seperti berikut ini:

  1. Siapkan semua dokumen yang dibutuhkan. Passport dengan minimal masa berlaku 6 bulan, asli dan fotokopi (semua dilengkapi stempel). Foto untuk visa dengan ukuran yang sudah ditentukan yaitu 3,5cm x 4,5 cm dan berlatar belakang putih.
  2. Siapkan uang cash. Untuk pembuatan visa ini kita akan diminta untuk membayar biaya aplikasi dan juga tarif layanan. Biaya aplikasi yaitu sekitar 60 euro dan biaya layanan sekitar 25 euro hingga 35 euro tergantung kedubes tempat kita mengurus. Namun pembayaran akan dilakukan dalam bentuk rupiah, jadi pastikan mengecek kurs sebelum pergi ke kedubes.
  3. Download formulir aplikasi visa. Formulir aplikasi ini bisa kita download di website kedubes negara tempat kita membuat visa.
  4. Polis asuransi perjalanan. Kita wajib memiliki perlindungan asuransi perjalanan beli asuransi perjalanan ini secara online. Namun perhatikan batas nilai minimum pertanggungan yang ditawarkan perusahaan asuransi ya, karena akan mempengaruhi diterima atau tidaknya pembuatan visa.
  5. Bukti keuangan. Kita harus menunjukkan bukti keuangan berupa rekening koran 3 bulan terakhir. Saldo yang disarankan untuk ada ditabungan yaitu 34 euro dikali masa tinggal di sana. Namun untuk amannya bisa dilebihkan.
  6. Bukti reservasi tiket pesawat dan penginapan. Kita bisa meminta bantuan pada travel agent untuk menyediakan bukti reservasi pesawat meskipun tiket tersebut belum dibayar. Untuk penginapan pilihlah penginapan yang memiliki fasilitas free cancelation.
  7. Surat keterangan kerja. Surat ini berfungsi sebagai bentuk pernyataan bahwa kita tidak akan menetap lama melebihi batas waktu dan menjadi imigran gelap di sana. Kita bisa mendapatkan surat ini dari HRD perusahaan.
  8. Rencana perjalanan. Bila belum ada rencana pasti mengenai tempat yang akan dikunjungi, kita bisa memberikan rencana garis besarnya.

Jika semua dokumen sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah membuat janji secara online untuk proses selanjutnya. Semoga berhasil.